• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 30 November 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Kajati NTT Perintahkan Jemput Paksa Kepala Bappeda Belu
    REDAM | Sabtu, 26 September 2015 | 08:08 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Kajati
    Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, John W Purba

     

     

    Kupang, Flobamora.net - Kepala Bappeda Kabupaten Belu, Valens Pareira akan dijemput paksa, karena sudah empat kali mangkir dari panggilan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Atambua.

     

    Pareira dipanggil untuk menjadi saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, dalam kasus dugaan korupsi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Belu Tahun 2012 untuk 6.880 unit rumah senilai Rp 44.880.000.000.

     

    Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, John W. Purba, kepada wartawan, Jumat (25/9) mengatakan Pareira akan dijemput paksa oleh JPU Kejari Atambua. karena dianggap telah melawan Kejaksaan Negeri (Kejari) Atambua.

     

    Menurut Purba, dengan tidak hadirnya  Pareira sebanyak empat  kali di Pengadilan Tipikor Kupang, dirinya tidak dapat diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi BSPS Tahun 2012 senilai Rp 44.880.000.000 di Kabupaten Belu.

     

    Kasus dugaan korupsi tersebut kini sudah disidangkan sebanyak empat kali di Pengadilan Tipikor Kupang. “Kami akan jemput paksa Pareira. Saya perintahkan JPU Kejari Atambua untuk jemput saksi. Kalau tidak hadir untuk berikan keterangan maka sudah dianggap menghambat proses hukum para terdakwa, “ katanya.

     

    Kesempatan terpisah, Jamser Simanjuntak, ketua majelis hakim yang menyidangkan kasus itu mengatakan, dirinya juga telah memerintahkan JPU Kejari Atambua untuk menghadirkan saksi pada sidang berikutnya.

     

    Menurut Simanjuntak, JPU Kejari Atambua memiliki kewenangan untuk menghadirkan saksi dalam persidangan untuk memberikan keterangan. Itu adalah kewajiban pada JPU dan itu hak JPU Kejari Atambua untuk menghadirkan saksi.

     

    “Saya sudah perintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Atambua untuk menghadirkan saksi pada sidang berikutnya. Saksi wajib dihadirkan oleh JPU, karena itu kewajiban dari JPU,“ tegas Simanjuntak.

     

    Dia menuturkan, JPU wajib menghadirkan saksi yakni Valens Pareira sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Kupang untuk memberikan keterangan terkait kasus dugaan korupsi BSPS Tahun 2012 di Kabupaten Belu.

     

    Kasus dugaan korupsi BSPS tahun 2012 senilai Rp 44.880.000.000 untuk 6.880 unit kini telah sampai pada tahap pemeriksaan saksi-saksi di Pengadilan Tipikor Kupang. Dalam kasus itu Fransiskus Gregorius Silvester dan mantan Kabid Perumahan Dinas PU Kabupaten Belu Yustinus Berek sebagai tersangka.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.