• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 26 Agustus 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Air Laut di Pantai Bitta Berubah jadi Warna Hijau Lumut
    ALEX | Senin, 28 September 2015 | 12:53 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Air
    Air luat yang berubah warna jadi hijau lumut adi Pantai Bitta Ende

     

    Ende, Flobamora.net - Sudah seminggu nelayan di Kelurahan Mautapaga, Kecamatan Ende Timur dan sekitarnya berhenti melaut. Pasalnya, air laut di pesisir pantai itu berubah warna menjadi hijau lumut.

     

    Seperti pantauan, Senin ( 28/9) terlihat air laut 'keruh' berwarna hijau lumut. Meski demikian tidak terlihat lumut di sekitarnya.

    Salah seorang nelayan di Panti Bitta, Abdurahman Moksen membenarkan jika sudah satu minggu mereka tidak lagi melaut. Tidak ada lagi ikan yang ada di perairan tersebut sementara, kondisi di pesisir warna air lautnya sudah berubah.

    "Sudah satu minggu ini kami tidak melaut. Area air laut yang menjadi wilayah tangkapan kami, kini berwarna hijau lumut. Ikan-ikan yang biasanya ada, kini menghilang. Kami tidak tahu pertanda apa itu," kata Moksen. Dia menyebutkan, area persebaran warna  bisa mencapai lima kilo meter dari bibir pantai.

    Lebih jauh Moksen mengatakan, kondisi tersebut bukan hanya  di Pantai Bitta, tetapi hampir di seluruh pesisir pantai selatan mulai dari Pantai Arubara hingga mencapai Mbuli di Kecamatan Wolowaru.

    "Bukan saja di pantai kami ,tetapi hingga ke Pantai Mbuli.Beberapa dari kami yangcoba melaut, pulang tanpa seekor ikan pun," tandas Moksen. Dia tidak paham dengan kondisi terswebut.

     

    Dia menyebutkan, kondisi yang terparah saat sore hari, di mana kondisi laut terlihat berubah warna menjadi hijau muda dan tidak ada ikan yang ada di sekitar itu.

    Dia menyebutkan untuk satu minggu ini kegiatan mereka hanya membersihkan perahu dan menjahit pukat.

    Sementara itu nelayan lainnya, Umar Abdullah di tempat yang sama mengatakan, ini merupakan kali pertama terjadi di Pantai Bitta. Karena itu dia merasa heran dengan kejadian ini yang berlangsung sudah semingggu.

    "Dari  zaman nenek moyang tidak pernah lihat kejadiannya seperti itu. Tidak tau tanda alam apa ini," kata Umar. Ia juga mengatakan perubahan warna juga terlihat seperti adanya tumpahan minyak.

    Dia menyebutkan, mestinya pada bulan September adalah saat  panen namun sekarang harus pasrah dengan kondisi laut yang sudah berubah dan menyebabkan ikan tidak ada di sekitar pantai.

    "Tidak ada yang mau melaut, karena hanya buang-buang uang dan solar sementara tidak dapat ikan apa-apa," kata Umar lagi.

    Sementara itu beberapa warga yang ditemui di pesisir pantai mengatakan hal yang sama. Mereka berharap pemerintah bisa melakukan penyelidikan terkait dengan fenomena yang tidak biasa itu dan memberikan bantuan kepada nelayan.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.