• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 26 Mei 2020

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Tony Abbott Harap Australia Tak Lagi Ganti Pemimpin seperti Ganti Baju
    ANA DEA | Rabu, 30 September 2015 | 10:10 WIB            #INTERNASIONAL

    Tony
    Tony Abbott saat wawancara radio di Sydney, Selasa (29/9/2015).

     
    CANBERRA  - Mantan Perdana Menteri Australia, Tony Abbott, berharap dirinya merupakan sosok pemimpin politik terakhir yang diganti dengan cara "seperti mengganti baju", demi menyesuaikan diri dengan gaya yang berlaku.

    Dalam wawancara panjang dengan Ray Hadley dari Radio 2GB di Sydney, Selasa (29/9/2015), Abbott juga berharap pemilih tidak meninggalkan koalisi Partai Liberal dan Nasional gara-gara apa yang terjadi dengan dirinya.

    Wawancara ini dilakukan dua pekan setelah Abbott tersingkir dari posisinya sebagai Ketua Partai Liberal sekaligus perdana menteri, setelah dikalahkan oleh Malcolm Turnbull melalui voting internal Partai Liberal.

    "Saya harap apa yang terjadi dengan saya dua minggu lalu bisa mengakhiri semua ini. Agar kita bisa meninggalkan konsep mengganti pemimpin seperti mengganti baju untuk menyesuaikan diri dengan mode," kata Abbott, yang disiarkan langsung oleh stasiun TV ABC.

    "Negara kita jauh lebih baik dari hal itu," tambahnya.

    Pewawancara Ray Hadley sempat membacakan beberapa email dari pendengar yang menyatakan mereka merasa dikhianati dengan cara penggantian pemimpin seperti yang dialami Tony Abbott.

    "Tentu saja buruk akibatnya apabila pemilih meninggalkan Partai Koalisi gara-gara hal ini," kata Abbott menjawab email tersebut.

    "Lebih baik saya tetap bertahan dan berjuang di dalam (pemerintahan). Saya bisa pahami bahwa banyak orang di luar sana yang kecewa dengan apa yang terjadi, namun saya ulangi lagi, akan lebih buruk jika kita memiliki 6 perdana menteri dalam 6 tahun," ujar Abbott, seakan menepis spekulasi bahwa dirinya akan membalas menjatuhkan PM Turnbull di tengah jalan.

    "Meskipun berat, ayo kita dukung perdana menteri, dukung pemerintah," tambahnya.

    Apa yang dialami Tony Abbott juga dialami oleh Kevin Rudd saat Partai Buruh memegang pemerintahan Australia. Rudd ditantang dan kalah voting di internal Partai Buruh oleh Julia Gillard.

    Namun, Julia Gillard pun belakangan diganti di tengah jalan sebagai perdana menteri setelah Kevin Rudd membalas menantangnya melalui voting internal Partai Buruh.

    Dalam Pemilu Federal akhir 2013, Kevin Rudd kemudian dikalahkan secara telak oleh Tony Abbott, yang saat itu masih merupakan pemimpin oposisi.

    Uniknya, posisi Tony Abbott sebagai pemimpin oposisi pun, sebenarnya dia raih setelah menggeser Malcolm Turnbull dari posisi tersebut melalui voting internal Partai Liberal dengan selisih tipis 1 suara.

    Salah satu faktor yang membuat banyak menteri dan senator yang mendukung penggantian Tony Abbott adalah kekecewaan mereka terhadap sosok Peta Credlin, yang merupakan kepala staf di kantor perdana menteri.

    Selain itu, juga kekecewaan terhadap kinerja mantan Menteri Perbendaharaan Negara (Treasurer) Joe Hockey.

    Namun Abbott menepis pandangan bahwa dia akan bertahan sebagai perdana menteri jika kedua orang dekatnya itu diganti.

    "Itu hanya mitos. Anggapan bahwa orang yang haus akan perubahan akan puas jika Joe diganti atau jika kepala staf saya diganti, sama sekali tidak masuk akal," paparnya.

    Mengenai masa depannya sendiri sebagai politisi, Abbott menyatakan usianya yang baru 57 tahun masih menyisakan banyak waktu untuk mengabdi di bidang politik.

    Abbott menyatakan "tidak akan ada pemilu sela" di dapilnya karena ia mundur dari parlemen.

     


    Sumber: Australia Plus ABC
    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.