• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 24 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Peserta BPJS PPU di Kupang Hanya 28.979 Orang
    ALBERTUS | Kamis, 01 Oktober 2015 | 21:04 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Peserta
    Ilustrasi

     

    Kupang, Flobamora.net - Potensi kepesertaan Pekerja Penerima Upah (PPU) di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 1.656.371 orang. Dari jumlah tersebut hanya 28.979 orang yang sudah mendaftar menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminian Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

    Selain itu, terdapat 130 orang Bukan Penerima Upah (BPU) dan 1.904 perusahaan yang aktif juga terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan di Kupang.

    Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G Massasya di Kupang, Kamis (1/10) mengatakan keinginan para pekerja di Indonesia untuk mencapai kesejahteraan merupakan hal yang harus dipenuhi pemerintah.

    Salah satu langkah pemerintah dalam mewujudkan hal tersebut adalah dengan memberikan jaminan sosial bagi para pekerja untuk melindungi dari resiko-resiko kehidupan, termasuk akibat aktifitas bekerja dan ketika tidak lagi bekerja.

    "BPJS Ketenagakerjaan merupakan sebuah badan yang menyelenggarakan program-program perlindungan untuk para pekerja Indonesia di antaranya adalah jaminan hari tua, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, dan jaminan pensiun," kata Elvyn.

    Elvyn menjelaskan perlindungan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan merupakan hal yang wajib untuk diberikan kepada para pekerja baik formal maupun informal. BPJS Ketenagakerjaan juga memastikan bahwa perlindungan yang diberikan mencakup seluruh wilayah Indonesia tanpa kecuali.

    Dia menyampaikan Kupang merupakan Ibu kota Provinsi NTT yang terdiri dari pulau kecil dan besar juga tidak luput dari perhatian BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan hak para pekerja di wilayah tersebut untuk mendapatkan perlindungan.

    Dia menjelaskan, dengan mendirikan satu unit Kantor Cabang di Kupang serta lima unit Kantor Cabang Perintis (KCP) yang tersebar di lima Kabupaten antara lain Ende, Labuan Bajo, Waingapu, Maumere, dan Belu diharapkan para peserta dapat membantu dalam mendapatkan pelayanan yang baik.

    Dalam pembayaran jaminan hari tua sampai dengan Agustus 2015, di wilayah Kupang tercatat total jumlah klaim mencapai Rp 16,64 miliar dengan 1.703 klaim. Sementara jaminan kecelakaan kerja sebesar Rp 428,5 juta dengan jumlah kecelakaan kerja sebanyak 13 kasus, dan jaminan kematian sebesar Rp 1,45 miliar dengan total 69 kasus.

    "Di samping pelayanan yang diberikan oleh Kantor Cabang dan KCP BPJS Ketenagakerjaan, layanan trauma center yang telah bekerjasama juga tersebar di 15 fasilitas kesehatan di wilayah NTT. Ini untuk memastikan seluruh tenaga kerja mendapat perlindungan yang baik dari kecelakaan kerja yang terjadi," ujarnya.

    Menurut Evelyn, dukungan pemerintah daerah akan sangat membantu untuk meningkatkan kepesertaan pekerja provinsi NTT pada program BPJS Ketenagakerjaan dan juga untuk menyelesaikan permasalahan Perusahaan Daftar Sebagian Upah (PDS Upah) dan tunggakan iuran yang sangat merugikan pekerja.

    Sementara itu, Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengharapkan seluruh pekerja di daerah itu baik formal maupun informal harus terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

    "Semua pekerja baik formal maupun informal harus dilindungi oleh pihak perusahaan, termasuk mendaftarkan mereka sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan," kata Lebu Raya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.