• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 21 Oktober 2020

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    DPD RI Duga Terjadi Mafia Pupuk
    ALBERTUS | Selasa, 06 Oktober 2015 | 20:45 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    DPD
    Ilustrasi pupuk

     

     

    Kupang, Flobamora.net -Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Ibrahim Agustinus Medah menduga terjadi mafia pupuk yang mengakibatkan hasil produksi pertanian terus menurun. Saat ini DPD RI melalui Komite II membentuk tim untuk menelusuri dugaan mafia pupuk di Indonesia.


    "DPD melalui Komite II membentuk tim untuk menelusuri dugaan mafia pupuk. Jika ditemukan adanya indikasi maka komite yang dibentuk segera melaporkan ke pihak berwajib untuk ditidaklanjuti," kata Medah di Kupang, Selasa (6/10).


    Medah menegaskan saat ini petani sulit memperoleh pupuk nonsubsidi yang sebelumnya masih dijual eceran. Sekarang, untuk memperoleh pupuk subsidi maka petani diwajibkan mengajukan Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).


    Hal ini menyebabkan lambatnya petani untuk mendapatkan pupuk tepat waktu karena birokrasinya sangat bertele-tele. Semestinya, pemerintah menyiapkan pupuk nonsubsidi dipasaran agar mempermudah petani untuk membelinya.


    Kepada enam anggota DPD RI di Kupang, Ketua Kelompok Tani Agri Mandiri, Kelurahan Lasiana Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur Samuel Rewa menyampaikan mencari emas lebih gampang dari pada mencari pupuk di Kota Kupang.


    "Terlalu sulit mencari pupuk yang dijual di NTT sehingga kami harapkan bapak-bapak anggota DPD RI untuk memperhatikan kami para petani," ujar Samuel.


    Menurut Samuel, melakukan perubahan terhadap Undang-undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang sistem budidaya tanaman maka aspek penting yang harus diperhatikan adalah ketersediaan pupuk disaat yang tepat.


    Dia meminta agar setiap kelompok tani dijadikan sebagai pendistribusi pupuk kepada petani. Setiap bibit yang ditanam sangat tergantung pada pupuk. Jika tanaman tidak dipupuk maka hasilnya pasti sangat berkurang. 


    "Setiap kelompok tani (Gapoktan) bisa dijadikan sebagai pengecer pupuk. Kami tidak dapat pupuk sehingga sangat sulit, benih yang ditanam tergantung pada pupuk. Jika tidak ada pupuk maka hasilnya juga tidak ada," katanya.


    Menurut Samuel, benih yang didatangkan dari luar malahan hasilnya kurang jika dibandingkan dengan benih lokal. Benih lokal dapat menghasilkan produksi yang maksimal asalkan diberi pupuk tepat waktu.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.