• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 03 Desember 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Anak Gizi Kurang tidak Dapat Makanan Tambahan
    VICKY DA GOMEZ | Kamis, 08 Oktober 2015 | 10:41 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Anak
    Imelda Gego, tenaga pengelola gizi Puskesmas Habibola

     

     

    Maumere, Flobamora.net - Kasus gizi kurang dan gizi buruk pada balita dan anak di Kabupaten Sikka masih sering terjadi. Di Puskesmas Habibola yang terletak di Dersa Waihawa Kecamatan Doreng misalnya, per September 2015 terdata 30 anak gizi kurang dan 1 anak gizi buruk. Sayangnya anak-anak gizi kurang dan gizi buruk ini tidak mendapatkan makanan tambahan.

     

    Kondisi ini cukup memprihatinkan karena dikuatirkan anak yang mengalami gizi kurang akan naik status menjadi gizi buruk, sedangkan yang gizi buruk bisa bertambah buruk lagi. Apalagi anak-anak ini tidak ditangani secara rutin di Puskesmas Habibola.

               

    Imelda Gego, tenaga pengelola gizi di Puskesmas Habibola yang dihubungi di puskesmas tersebut, Rabu (7/10), menjelaskan satu-satunya anak yang mengalami gizi buruk selalu terbawa dari bulan-bulan sebelumnya. Orangtua anak ini menetap di Desa Wogalirik.

     

    “Kalau dilihat dari fisik, sebenarnya anak ini normal, tapi status gizinya ya gizi buruk. Umur dia 33 bulan dengan berat 8,4 kilogram dan tinggi 934 centimeter. Setiap bulan statusnya pasti gizi buruk,” jelas Imelda Gego.

     

    Meskipun sedang menangani 30 anak gizi kurang dan 1 anak gizi buruk, Imelda Gego mengakui untuk tahun ini anak-anak tersebut tidak mendapatkan tambahan makanan untuk mendorong asupan gizi yang layak. Dia sendiri tidak tahu apa alasannya sehingga tidak ada program tambahan makanan untuk anak-anak gizi kurang dan gizi buruk.

     

    “Tahun lalu ada intervensi program makanan tambahan, tapi tahun ini tidak ada. Saya sendiri tidak tahu kenapa seperti itu,” ungkapnya.

     

    Data yang dihimpun Flobamora.net menyebutkan dari 19.854 balita di Kabupaten Sikka yang ditimbang selama periode Januari sampai Mei 2015 terdapat 4.075 balita yang mengalami gizi kurang dan 36 balita yang mengalami gizi buruk.

     

    Beberapa faktor utama dari masalah-masalah yang menimbulkan kurang gizi pada balita adalah sangat kurangnya kualitas asupan kesehatan dan gizi ibu hamil serta bayi baru lahir. Hal ini antara lain ditandai dengan masih rendahnya penerapan inisiasi menyusu dini pada bayi baru lahir, pemberian ASI secara eksklusif pada bayi 0-6 bulan, pemberian ASI sampai 2 tahun atau lebih, serta belum diterapkannya secara luas pola pemberian makanan pendamping ASI yang berkualitas setelah bayi berumur 6 bulan.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.