• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 22 Oktober 2019

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Cegah Bencana Kabut Asap Datang Lagi, Jokowi Berencana Beli 3 Pesawat Khusus
    ANA DEA | Sabtu, 10 Oktober 2015 | 10:30 WIB            #NASIONAL

    Cegah
    Foto: Istimewa/setpres

     
    KAMPAR - Bencana kabut asap selalu terjadi setidaknya dalam 17 tahun terakhir akibat dari kemunculan titik panas setiap musim kemarau di Indonesia. Ditambah lagi kelakuan oknum baik perusahaan atau perorangan yang sengaja membakar hutan untuk membuka lahan baru.

    Pemerintah saat ini masih terus berupaya untuk menanggulangi asap yang telah menyebar hingga negeri tetangga ini. Melihat keefektifan pemadaman di masa mendatang, Presiden Jokowi pun berencana membeli pesawat khusus.

    "Tahun depan kita rencanakan untuk membeli pesawat khusus untuk penanggulangan bencana. Pesawat yang bisa membawa air lebih dari 12 ton, minimal tiga unit. Ya jadi tahun depan," ujar Jokowi di sela peninjauannya ke lokasi terdampak kabut asap di Kampar, Riau lewat keterangan tertulis, Jumat malam (9/10/2015).

    Selama 17 tahun melawan asap ini Indonesia terus memakai pesawat yang hanya memiliki kapasitas 2-3 ton air. Sehingga pemakaiannya kurang efektif.

    Meski memiliki kemampuan pesawat yang terbatas, pemerintah telah menerjunkan pasukan untuk memadamkan api secara maksimal. Mereka harus memadamkan api pada total areal seluas 1,7 juta hektare.

    "Saya sudah melihat baik prajurit dari TNI, Kepolisian dan BNPB, saya lihat betul-betul sudah bekerja," ungkap Jokowi.

    Dari 1,7 Juta areal terbakar itu, di Pulau Kalimantan 770 ribu ha, 35,9 % diantaranya lahan gambut. Sedangkan di pulau Sumatera, areal terbakar seluas 593 ribu ha, 45,9 % diantaranya lahan gambut. 221.704 ha areal terbakar berada di Provinsi Sumatera Selatan.

    Untuk mempercepat pemadaman api, pemerintah menerima bantuan pesawat yang berasal dari Malaysia, Singapura, Rusia dan China. Pesawat-pesawat itu ada yang memliki kapasitas 12.000-15.000 liter yang belum dimiliki Indonesia.

    "Kita akan fokus mengerjakan yang titik apinya paling banyak, yaitu di Sumatera Selatan, karena asap yang masuk kesini itu berasal dari sana," kata Jokowi.

    Mengenai pesawat yang akan dibeli nantinya, Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana menambahkan bahwa pesawat tersebut dapat digunakan untuk keperluan lain. Meski belum dinyatakan secara rinci apa jenis pesawat itu, tetapi nantinya akan bermanfaat untuk segala kondisi.

    "Selain dapat digunakan untuk memadamkan api jika terjadi kebakaran lahan dan hutan, pesawat ini juga dapat digunakan untuk mengangkut barang-barang bantuan jika rerjadi bencana di suatu daerah," kata Ari.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.