• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 30 Maret 2020

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Menteri Susi: Jangan Sampai Kita Kalah dengan Negara Kecil
    ANA DEA | Kamis, 15 Oktober 2015 | 19:19 WIB            #NASIONAL

    Menteri
    Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti

     
    JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengaku kagum dengan negara kecil di Afrika yakni Sao Tome, soal penegakan hukum ke kapal asing pencuri ikan di wilayahnya.

    Susi membandingkan penegakan hukum di Indonesia, salah satu contohnya seperti kasus MV Haifa, yang terbukti mencuri ikan tetapi hanya dijatuhi hukuman Rp 200 juta. Sementara, pengadilan Sao Tome pernah menghukum pemilik Kapal Thunder yang terbukti mencuri ikan Rp 263,5 miliar.

    "Sao Tome, negara kecil di Afrika berani beri putusan sangat adil dalam upaya penegakan hukum IUU (Illegal Unreported Unregulated) Fishing," kata Susi di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2015).

    Seperti diketahui, Kapal Thunder merupakan kapal yang diburu 163 negara karena melakukan aktivitas transhipment seperti membawa ikan tangkapan ilegal hingga penyelundupan.

    Selain memberi sanksi denda tinggi kepada pemilik, Pengadilan di Sao Tome juga menjatuhkan hukuman penjara kepada pimpinan kapal.

    "ABK kapal Thunder nggak dihukum, yang dihukum nahkoda, juru mesin dan korporasi. Kita terbalik. Kita kejar ABK. Tapi akhirnya, kita deportasi ABK karena nggak sanggup beri makan. Ini pekerjaan rumah Indonesia dan penegak hukum di Indonesia. Bukan berani, tapi harus tegakkan amanat undang-undang dan hukum dijalankan," ujarnya.

    Tidak hanya dirinya, aksi berani dan tegas itu, Sao Tome menjadi pusat perhatian dunia. Banyak pihak kagum dengan ketegasan pengadilan negara kecil tersebut.

    "Media (internasional) muat tentang Afrika. Jangan sampai kalah negara kecil. Integritas negara kita masa kalah negara Afrika yang di peta nggak ada," tuturnya.

     


    Sumber: finance.detik.com
    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.