• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 26 Mei 2020

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Menteri Jonan: Ngomong Gampang, Melakukan Setengah Mati
    ANA DEA | Selasa, 20 Oktober 2015 | 16:05 WIB            #NASIONAL

    Menteri
    Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan (Lani-detikFinance)

     
    JAKARTA - Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan memiliki tekad untuk mengubah kualitas semua bandara, pelabuhan, dan terminal bus di Indonesia, sehingga punya standar yang sama. Semua ini perlu kerja yang sangat keras, karena harus mengubah kultur atau budaya pelayanan.

    "Ingin membuat semua bandara dan pelabuhan punya kualitas sama. Ngomongnya gampang tapi melakukannya susah setengah mati. Ini mengubah kultur pelayanan di setiap bandara dan pelabuhan," kata Jonan, dalam dialog Rembuk Nasional 'Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-JK: Kedaulatan Pangan, Pembangunan Energi, dan Keunggulan Maritim, di kawasan Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2015).

    Soal pembenahan kualitas bandara, dia mencontohkan bandara Kalimarau di Berau, Kalimantan Timur milik Kementerian Perhubungan. Bandara tersebut diubah dan ditata lebih modern. Pada acara itu, Jonan menunjukkan foto-foto bandara tersebut.

    "Ini yang mengelola bukan Angkasa Pura tapi Kementerian Perhubungan. Pernah ke Berau kan? Oke kan Berau? Kalau bilang tidak oke cari orang lain saja," kata Jonan.

    Menurutnya, tantangan berikutnya adalah memastikan kesetaraan pelayanan dan kualitas bandara serta pelabuhan dari Sabang sampai Merauke.

    Ambisi Jonan tidak hanya mengubah wujud dan menyamakan standar kualitas pelabuhan dan bandara, tetapi juga terminal. "Terminal bus saya ingin usahakan kualitas dan fasilitasnya sama dengan stasiun kereta. Tidak usah FGD (diskusi) kebanyakan, biaya konsumsi tinggi. Sudah saya maunya sama kayak stasiun, titik, dikerjakan selesai," ucapnya.

    Tidak hanya fisik membangun fasilitas bandara, pelabuhan, stasiun hingga terminal. Keselamatan transportasi juga menjadi fokus Menteri Jonan.

    "Tantangan paling besar adalah waktu, titik. Kalau yang lain disebutkan namanya keluh kesah. Saya cenderung untuk tidak mengatakan itu. Kalau saya cerita keluh kesah satu halaman, nanti teman-teman saya di Kemenhub cerita lima halaman," ujarnya disambut tepuk tangan dan tawa para hadirin.

     


    Sumber: finance.detik.com
    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.