• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 06 Juli 2020

     
    Home   »  Nasional
     
    Kepada Obama, Jokowi Sampaikan Keinginan Bergabung Trans Pacific Partnership
    ANA DEA | Selasa, 27 Oktober 2015 | 10:51 WIB            #NASIONAL

    Kepada
    Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bersama Presiden Amerika Serikat Barrack Obama saat mengunjungi Gedung Putih, Senin (26/10/2015)

     

     

    Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Gedung Putih, AS, Senin (26/10/2015) waktu setempat, menghasilkan beberapa komitmen kerja sama.

     

    Salah satunya adalah pernyataan resmi Jokowi soal niat Indonesia bergabung pada Trans-pacific Partnership (TPP).

     

    Seperti dikutip dalam siaran pers Tim Komunikasi Presiden, Jokowi menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia adalah ekonomi terbuka, dengan kondisi bahwa Indonesia memiliki penduduk 250 juta jiwa.

     

    "Dengan jumlah penduduk 250 juta, Indonesia adalah ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Indonesia bermaksud untuk bergabung dalam Trans-pacific Partnership," kata Jokowi dalam jumpa pers bersama di Camera Spray, Gedung Putih, Senin.

     

    Sudah sejak lama Indonesia menunjukkan sinyal bergabung pada kerja sama bidang ekonomi di wilayah Pasifik itu.

     

    Dengan bergabung pada TPP, Indonesia akan memiliki peluang mengembangkan pasar ke negara-negara maju yang tergabung di dalamnya.

     

    Sejumlah keuntungan didapat, seperti tarif yang rendah. Namun, di sisi lain, Indonesia juga harus mengikuti aturan main yang ditetapkan TPP, termasuk tarif murah dan tidak mengistimewakan badan usaha milik negara (BUMN).

     

    TPP saat ini diikuti oleh 12 negara, yakni Brunei, Cile, Selandia Baru, Singapura, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Jepang, Malaysia, Meksiko, Peru, dan Vietnam.

     

    Sementara itu, Presiden Barack Obama mengakui bahwa kemitraan Amerika Serikat dan Indonesia bukan hanya penting bagi AS, melainkan juga dunia.

     

    Hal tersebut pun mengingat bahwa Indonesia memiliki penduduk Muslim dengan jumlah terbesar di dunia dan memainkan peran penting di Asia Tenggara.

     

    "Jumlah penduduk Islam terbesar di dunia serta memiliki toleransi dan sikap moderat," ujarnya.

     

    Kunjungan Presiden Joko Widodo diakui Obama sebagai peluang yang lebih baik untuk mengingatkan tentang hubungan yang kuat di antara dua negara berprinsip demokrasi terbesar di dunia.

     

    Jokowi mengatakan bahwa Indonesia adalah negara demokratis terbesar ketiga di dunia. Sementara itu, Islam Indonesia adalah Islam yang moderat, modern, dan toleran.

     

    "Kami yakin Islam di Indonesia mampu berperan dalam mengawal demokrasi dan pluralisme serta menentang radikalisme dan terorisme," ujar Presiden.

     

    Beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan dua kepala negara itu adalah kerja sama digital, perubahan iklim, kesehatan untuk pencegahan wabah penyakit, pemerintah yang terbuka dan transparan, pemberantasan korupsi yang merupakan kepentingan bersama dan global, serta keamanan.

     

    Di bidang kerja sama keamanan, Obama menyampaikan pentingnya peningkatan organisasi dan pentingnya Asia Timur.

     

    "Pertahankan aturan main di Asia Tenggara," ucap Obama.


     


    Sumber: nasional.kompas.com
    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.