• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 11 Desember 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Polres TTU Tahan 12 Pendulang Emas Ilegal
    OSKAR P | Sabtu, 15 Februari 2014 | 07:26 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Polres
    Ilustrasi

     
    Kefamenanu, Flobamora.net - Sebanyak 12 orang yang terlibat dalam kegiatan mendulang emas di Desa Noetoko Kecamatan Miamaffo Barat Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya harus berurusan dengan pihak keamanan.

    Para pendulang liar asal Jawa Barat ini tertangkap polisi tengah membawa 25 karung  pasir mengandung emas hasil mendulang, tanpa mengantongi ijin dari pihak terkait.  Para pendulang illegal ini kini tengah menjalani pemeriksaan polisi.

    Humas Polres TTU Iptu Sefnat Tefa mengatakan, penahanan terhadap penambang liar dan barang bukti terjadi Rabu (12/2) malam, saat polisi melakukann razia kendaraan bermotor  di perempatan jalan El Tari- Eban, Kefamenanu.

    “Saat ditangkap mereka tengah menumpang sebuah mobil truk DH. 8335 BC. Dalam truk ada 25 karung ukuran 20 Kg yang yang isinya pasir mengandung material logam emas. Saat diperiksa mereka tidak dapat menunjukkan dokumen ijin mengambil  hasil tambang itu,”katanya, JUmat (14/2).

    Menurut Sefnat Tefa, dari keterangan para penambang, pasir mengandung emas itu mau dibawa ke rumah salah seorang warga Kefamenanu bernama Charli Baker, sebagai penampungnya. Erik seorang penambang mengaku, pasir mengandung emas hendak diolah dirumah penampungan tersebut.

    “Puluhan karung pasir mengandung emas ini hasil kami kumpul sekitar seminggu. Rencananya mau dibawah untuk kami olah di rumah Pak Charli Baker itu,”jelasanya,

    Sementara itu Charli Baker sang pemilik rumah menyatakan, baru seminggu perkenalannya dengan para pendulang emas asal Jawa  ini. Sebelumnya mereka datang dan bekerja dengan salah satu oknum polisi, namun diberhentikan.

    “Mereka ini sebelumnya bekerja menambang emas di lahan salah satu oknum polisi di Desa Noetoko, tapi kemudian diberhentikan. Jadi saya hanya bantu mereka agar bisa tetap bertahan hidup,”tegasnya.

    Ke-12  penambang emas asal Jawa Barat tersebut masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Timor Tengah Utara. Polisi tengah menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pihak - pihak  tertentu dalam pembiaran aktifitas penambangan ilegal ini.

    Polisi juga sedang berkoordinasi dengan pihak Dinas Pertambangan setempat,  pasalnya lokasi penambangan emas di aliran sungai Desa Noetoko Timor Tengah Utara itu,  masuk dalam  kawasan hutan lindung.  

    Pemerintah daerah setempat hanya mengijinkan penambangan dilakukan warga sekitar dengan cara tradisional. Namun fakta dilapangan, banyak penambang emas dari luar pulau dengan peralatan modern, mulai beraktifitas di sana. ***



     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.