• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 22 September 2019

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Pejabat AS Sebut Kemungkinan Pesawat Rusia Jatuh akibat Dibom ISIS
    ANA DEA | Kamis, 05 November 2015 | 10:00 WIB            #INTERNASIONAL

    Pejabat
    Perdana Menteri Mesir Sharif Ismail menyaksikan puing pesawat Kogalymavia KGL 9248 yang jatuh di Pegunungan Sinai, Mesir, Sabtu (31/10/2015),

     

    WASHINGTON - Seorang pejabat Amerika Serikat menyebut adanya kemungkinan pesawat Rusia yang jatuh di semenanjung Sinai, Mesir, disebabkan oleh bom yang dipasang kelompok teror ISIS.

     

    "Sebuah bom merupakan skenario yang sangat memungkinkan," kata seorang pejabat AS kepada AFP, Kamis (5/11/2015).

     

    "Itu merupakan sesuatu yang ingin dilakukan ISIL (nama lain ISIS)," ucapnya.

     

    Meski begitu, pejabat AS itu menolak menyatakan bahwa kemungkinan itu sebagai sikap resmi AS.

     

    "Saya tidak mengatakan bahwa itu pernyataan definitif atas apa yang terjadi," ujarnya.

     

    Kelompok teror ISIS memang menyatakan bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat Airbus A321 milik maskapai Kogalymavia atau Metrojet yang menewaskan 224 orang, termasuk 7 kru pesawat.  

     

    Namun, pernyataan ISIS itu dibantah oleh Mesir. Perdana Menteri Mesir Sharif Ismail mengatakan bahwa kecelakaan disebabkan kendala teknis. 

     

    Dugaan adanya sabotase yang dilakukan ISIS menguat setelah Pemerintah Inggris melarang seluruh penerbangan dari Sharm el-Sheikh menuju Inggris.

     

    Larangan ini disebut karena Inggris mendalami kemungkinan pesawat jatuh karena bom. 

     

    Selain itu, seorang pejabat AS juga mengatakan kepada CNN mengenai kemungkinan bom yang ditanam di dalam pesawat. Dugaan ini muncul akibat meningkatnya aktivitas kelompok ISIS di sekitar Sinai.

     

    "Ada dugaan kuat bahwa itu merupakan alat peledak yang ditanam di koper atau tempat lain di pesawat," ujarnya.

     

    Pejabat AS lain juga menyebut kepada CNN mengenai adanya aktivitas ISIS di wilayah Sinai, yang diketahui dari pesan teks yang dilakukan anggota ISIS. Namun, pesan itu di luar klaim ISIS yang mengaku menjatuhkan pesawat.

     

    Pernyataan ini berbeda dengan yang diucapkan Direktur Intelijen Nasional AS James Clapper, yang membantah adanya peran ISIS. 

     

    "Kami tidak punya bukti langsung mengenai keterlibatan teroris," ucap Clapper.


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.