• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 31 Oktober 2020

     
    Home   »  Nasional
     
    2 Warga Suku Anak Dalam yang Diajak Ngobrol Jokowi Angkat Bicara
    ANA DEA | Kamis, 05 November 2015 | 10:49 WIB            #NASIONAL

    2
    Presiden Joko Widodo berbincang dengan tokoh suku Anak Dalam di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, Jumat (30/10/2015). Dalam pertemuan itu, Presiden menawarkan untuk merelokasi ke rumah yang layak. Jokowi merupakan presiden pertama yang mengunjungi suku Anak Dalam di Jambi. Inset: Presiden Joko Widodo berdialog dengan warga di rumah singgah Suku Anak Dalam yang diabadikan oleh Tim Komunikasi Presiden.

     

     
    SAROLANGUN - Meriau dan Nyerak, dua warga Suku Anak Dalam di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, mengaku senang dengan kunjungan Presiden Joko Widodo, pekan lalu.

    Keduanya merasa beruntung Presiden mengajak berbicara selama sekitar satu jam. Apalagi Presiden langsung menjawab curahan hati mereka. Pengakuan keduanya itu diungkapkan pada Selasa (3/11/2015) lalu.

    Meriau mengaku bersama tiga warga lain ngobrol dengan Presiden sembari jongkok. Obrolan itu berjalan santai. Dia mengaku sempat curhat kepada Presiden tentang sejumlah persoalan.

    Setelah itu, dia mengaku tidak bertemu dengan Presiden lagi, di lokasi berbeda. "Pia do (tidak ada). Ake (saya) sumpah tidak ado ketemu lagi. Sudah itu kami cuma di sinilah," tegas Meriau.

    Meriau, yang adalah pemimpin Suku Anak Dalam di Bukit Suban memimpin 43 jiwa dalam sembilan kepala keluarga.

    Foto dia saat berdialog dengan Presiden dekat tenda sembari berjongkok menjadi foto utama sejumlah media nasional. Bahkan, belakangan sempat mengundang kontroversi di sejumlah media sosial.

    Terkait tudingan di media sosial, dia pun membantahnya. Tak hanya Meriu, Nyerak juga memperkuat bantahan itu.

    Nyerak menegaskan, tidak ada pertemuan lain kelompoknya dengan Presiden, selain pertemuan di dekat tenda itu.

    "Usai ngomong kurang lebih satu jam dengan Presiden. Dak ado dak lagi orang siko naik ke sana," kata dia.

    Saat Presiden bergerak menemui warga Suku Anak Dalam di Permukiman Kemensos, dia mengaku tetap di lokasi awal.

    Dia langsung membagikan sembako ke warganya. "Awak di sikolah. Bagi bagi sembako," ujar dia lagi.

     


    Sumber: regional.kompas.com
    URL SUMBER
      TAG:
    • khas
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.