• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 26 Agustus 2019

     

     
    Home   »  Olahraga
     
    Ada Faktor X yang Bisa Merusak Pertarungan Rossi dan Lorenzo
    ANA DEA | Jumat, 06 November 2015 | 18:22 WIB            #OLAHRAGA

    Ada
    Sirkuit Valencia tidak begitu ramah dengan Valentino Rossi

     
    VALENCIA - GP Valencia selalu menyisakan cerita menarik. Termasuk di tahun ini yang menjadi arena penentu perebutan juara dunia MotoGP. Pertarungan akan tertuju pada Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi. Nama terakhir harus memulai balapan dari grid paling akhir.

    Valencia menyimpan banyak misteri, dengan rekor balapan yang penuh kejutan. Lorenzo dan Rossi memang pernah menang di sini, dan keduanya juga pernah gagal di sirkuit ini. Skenario apa pun bisa saja buyar, terutama karena cuaca.

    Ya, cuaca di Valencia sering tak bisa ditebak. Apalagi, memasuki awal November, yang menurut MotoMatters dan diteruskan asphaltandrubber, berarti bertaruh melawan cuaca.

    Prediksi balapan Minggu (8/11/2015) memang kering dan panas. Namun udara dingin pagi dan angin kencang membuat ban menjadi dingin, lalu mengubah tikungan ke kanan menjadi sangat berbahaya. Jika Hujan atau basah, angin bisa membuat lajur cepat kering, dan pilihan ban menjadi kunci.

    Banyak contoh yang membuat Valencia dicap sebagai sirkuit yang mengejutkan. Pada 2012, Dani Pedrosa berspekulasi mengganti sepeda motor ke setelan kering setelah pemanasan. Dia pun start dari pit, lalu pelan-pelan merangsek ke depan di saat pebalap lain bertahan dengan setelan basah. Dia pun sukses merebut juara.

    Tahun lalu, di Valencia, juga disaksikan balapan setengah kering dan setengah basah. Meski kejuaraan sudah digenggam Marc Marquez, namun posisi kedua masih diperebutkan antara Rossi dan Lorenzo. Lorenzo menyerang, dan di tengah kondisi sulit itu dia kurang percaya diri, hingga akhirnya menyerah dan masuk pit.

    Pada 2011, Casey Stoner tampak asyik memimpin, hingga akhirnya Hujan pun turun membuat kondisi semakin sulit. Jarak yang sudah dibangun berhasil dipangkas Ben Spies. Stoner pun ”diambil” Spies pada tikungan terakhir sebelum lomba berakhir. Katsuyuki Nakasuga yang menggantikan Lorenzo ketika cedera juga mengakhiri balap dengan podium.

    Stoner juga mengalami momen aneh di Valencia, celaka saat pemanasan pada musim balap 2009 setelah mendapatkan pole position. Momen ini membuat Bridgestone harus mengubah konstruksi ban untuk panas lebih cepat.

    Artinya, rentetan sejarah mengatakan Valencia adalah balap yang sulit diprediksi. Cuaca dan pemilihan ban yang tepat menjadi kunci pada balapan ini. Andai Hujan, keseruan seri terakhir musim 2015 ini akan semakin berlipat.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.