• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 02 April 2020

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Pemerintah Gandeng Facebook untuk Promosikan Potensi Desa
    ANA DEA | Sabtu, 07 November 2015 | 09:04 WIB            #NASIONAL

    Pemerintah
    Foto: Pixabay/LoboStudioHamburg

     
    JAKARTA - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menjalin kerjasama dengan Facebook. Tujuannya untuk mempromosikan potensi desa Indonesia di mata dunia.

    "Ini untuk mengembangkan dan menggali potensi desa dan terus menggiatkan promosi potensi yang ada di desa agar dikenal dunia," kata Menteri Desa Percepatan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar dalam pesan singkatnya, Jumat (6/11/2015) malam.

    Marwan berharap, kerjasama dengan perusahaan media sosial itu dapat berjalan baik. Dia juga meminta agar para kepala desa berlomba-lomba untuk menggali dan mengembangkan potensi desa.

    "Tentu ini harus dikembangkan. Saya berharap potensi desa bisa kita pasarkan melalui teknologi," kata politisi PKB ini.

    "Mudah-mudahan kerjasama kementerian desa dengan Faceboook ini bisa berjalan baik. Karena memasarkan potensi desa dengan berbasis teknologi bisa lebih cepat untuk dikenal," tambahnya.

    Dijelaskan Marwan, penjajakan kerjasama ini dilakukan oleh pemerintah pusat saat berkunjung ke Silicon Valley, kantor pusat Facebook di Amerika Serikat, Oktober lalu. Sedianya Presiden Jokowi langsung yang melakukan pertemuan itu, namun Jokowi harus pulang ke tanah air karena kondisi bencana kabut asap yang masih parah.

    Marwan mengatakan, Facebook sendiri sudah bersedia untuk membantu memasarkan potensi desa Indonesia.

    "Kemarin sudah ketemu, tinggal matangkan dan menggali potensi apa saja yang akan dipasarkan. Pilot projectnya nanti desa-desa yang sudah siap dulu dan desa yang sudah ada infrastruktur pendukung. Ini desa-desa yang sudah maju dulu. Rata-rata ada di Jawa, Bali dan sebagian Sumatera. Targetnya tahun depan sudah mulai," jelas Marwan.

     


    Sumber: news.detik.com
    URL SUMBER
      TAG:
    • khas
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.