• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 20 Oktober 2019

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Ini Pernyataan Kedubes AS soal Kunjungan Presiden Jokowi ke AS
    ANA DEA | Minggu, 08 November 2015 | 14:18 WIB            #NASIONAL

    Ini
    Foto: Setpres/Laily

     
    JAKARTA - Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Jakarta membantah adanya jasa pelobi dalam kunjungan Presiden Jokowi ke AS.

    "Ada laporan tentang perusahaan melobi yang mengatur perjalanan Presiden @jokowi ke AS. Laporan itu tidak benar," kata Duta Besar Robert Blake seperti dikutip dari twitter @usembassyjkt, Minggu (8/11/2015).

    Kedubes AS menambahkan, Menko Polhukam Luhut Padjaitan dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi yang memimpin Indonesia dalam kunjungan. Mereka juga mengajak Kedubes AS, Kemenlu AS dan Gedung Putih untuk bekerja sama.

    "Menko Pandjaitan dan #MenluRetno yang memimpin Indonesia bekerja sama dengan @usembassyjkt @statedept dan @whitehouse," lanjutnya.

    Menlu Retno sudah membantah kabar mengenai jasa pelobi tersebut. Retno mengatakan pertemuan itu dipersiapkan resmi berawal dari pertemuan Jokowi dan Obama di sela-sela KTT APEC di Beijing pada 10 November 2014 lalu.

    Undangan Obama secara lisan kepada Jokowi di Beijing itu ditindaklanjuti surat Obama ke Jokowi pada Maret 2015. Retno menjabarkan secara teknis persiapan pertemuan itu.

    "Kelihatannya simpel persiapan itu, tapi makan waktu. Saat ada undangan lisan, biasanya akan ada undangan tertulis. Setelah itu pejabat tinggi berunding mengenai masalah tanggal," ucap Menlu Retno dalam jumpa pers di Cafe Kanawa, Jl Suryo, Jakarta Selatan, Sabtu (7/11)

    "Tanggal kelihatannya juga gampang sekali, padahal kenyataannya tidak begitu. Untuk cocokkan tanggal kita perlu waktu," imbuhnya.

    Retno menjabarkan, serangkaian persiapan itu dilakukan Kementerian Luar Negeri sepanjang Maret-Oktober 2015, berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lain. Kemlu juga melibatkan kedutaan Amerika di Jakarta dan KBRI di Washington DC.

    "Saya pribadi memimpin rapat persiapan kunjungan sebanyak 3 kali dalam level menteri. Itu saya lakukan tanggal 17 September, 7 Oktober dan 17 Oktober. Jadi tiga kali persiapan pada tingkat menteri," papar Retno yang baru tiba dari Luksemburg.

    "Selain itu Kemlu telah melakukan rapat koordinasi dengan kementerian lembaga terkait sebanyak 10 kali," imbuh mantan Dubes RI di Belanda itu.

    Kementerian dan lembaga terkait itu melakukan koordinasi sebanyak 20 kali untuk menyiapkan kesepakatan (agreement) dan MoU antara RI-AS yang akan dicapai sebagai hasil kunjungan kedua presiden tersebut.

    "Saya telah melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu John Kerry pada 2 September 2015. Sekali lagi ini pertemuan terakhir sebelum Presiden Jokowi ke Amerika Serikat. Kita bahas rencana kunjungan dan di situ kita announce rencana kunjungan Presiden Jokowi pada tanggal 26 Oktober 2015," papar Retno.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.