• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 26 Mei 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Waduh, Dalam Sepekan NTT Diguncang 21 Kali Gempa Bumi
    ALBERTUS | Minggu, 08 November 2015 | 16:30 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Waduh,
    Ilustrasi

     

    Kupang, Flobamora.net - Dalam sepekan terakhir, Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah 21 kali diguncang gempa bumi, mulai dari 3,4 hingga 6,2 skala richter.


    Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Kupang Sumawan kepada wartawan, Sabtu (7/11) mengatakan, gempa telah mengguncang tujuh kabupaten di NTT dalam sepekan terakhir.


    "Dalam sepekan ini, tujuh kabupaten yang diguncang gempa bumi adalah Kabupaten Alor, Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), Kupang, Sumba Barat Daya, Ende, dan Manggarai Barat," kata Sumawan.


    Dari tujuh kabupaten tersebut, Kabupaten Alor menjadi daerah dengan wilayah yang paling banyak diguncang gempa. Ada 15 kali gempa terjadi di Alor, sedangkan di enam kabupaten lainnya masing-masing terjadi satu kali.


    Menurut Sumawan, gempa yang mengguncang tujuh kabupaten ini semuanya tergolong gempa tektonik. Hanya, terdapat perbedaan lempeng yang bergeser antara satu daerah dan daerah lainnya.


    Di Kabupaten Alor, gempa yang terjadi disebabkan pergeseran lempeng yang sama dengan lempeng Pulau Wetar, Kabupaten Sikka, Ende, serta sebagian kabupaten di Pulau Timor. Sementara itu, gempa di Manggarai Barat terjadi karena pergeseran lempeng yang sama dengan lempeng di Sumba dan sebagian Nusa Tenggara Barat.


    "Kalau lempengan Australia itu mulai dari Papua, Maluku, sebagian Alor, Timor, Sumba bagian Selatan, NTB, hingga Bali," kata Sumawan. Ia juga memprediksi bahwa gempa susulan akan terjadi di Alor dalam dua bulan ke depan.


    "Untuk gempa susulannya semuanya 2 sampai 4 SR. Getarannya hanya terasa di Alor Timur, sementara di Kalabahi, ibukota Kabupaten Alor, kemungkinan tidak terasa. Jika dibandingkan dengan gempa bumi pada tahun 2004 lalu, itu gempa susulannya lebih dari dua bulan baru berhenti (normal)," tutur Sumawan.


    Gempa bumi dengan magnitudo 6,2 yang mengguncang Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor, pada Rabu (4/11/2015) lalu menyebabkan 1.098 rumah warga rusak berat.


    Kerusakan juga terjadi pada 64 fasilitas publik, seperti gereja, sekolah, puskesmas, kantor desa, kantor koperasi, dan supermarket.


    Sejauh ini, tidak ada korban jiwa akibat gempa tersebut. Hanya, seorang warga dikabarkan menderita patah tulang pada bagian tangan, dan tujuh warga lainnya menderita luka ringan.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.