• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 31 Mei 2020

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Ahok: Kadang-kadang Kita Perlu Meledak...
    ANA DEA | Jumat, 13 November 2015 | 07:34 WIB            #NASIONAL

    Ahok:
    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama

     
    JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai seorang pemimpin juga harus berani tegas saat melihat ada hal yang tidak kunjung beres sepanjang kepemimpinannya, termasuk soal pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi.

    Hal ini disampaikannya terkait pernyataan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman yang menyarankan setiap pemimpin berkepala dingin dalam menuntaskan berbagai permasalahan.

    "Terus juga kata beliau jangan mecat gitu kan? Benar. Cuma pertanyaan saya sederhana juga, kadang-kadang kita harus meledak juga kalau tiga tahun (pemerintahan) sudah keterlaluan," kata Basuki, di Balai Kota, Kamis (12/11/2015). 

    Menurut Basuki, selama tiga tahun pemerintahannya di Jakarta, pengelolaan TPST Bantargebang oleh PT Godang Tua Jaya sudah tidak mumpuni. Bahkan, PT GTJ terbukti melakukan wanprestasi.

    Padahal, lanjut Basuki, Pemprov DKI terus mengalokasikan tipping fee atau biaya pengangkutan sampah.

    "Tiga tahun lho, kami minta (pengelola) Bantargebang biar truknya bagus, tanahnya bagus, jangan sampai kebakaran begitu lama, jangan sebarin bau basuk, salurannya dikerjain enggak semua? Kan enggak," kata Basuki. 

    Terkait kritik Irman terhadap keputusan Basuki yang terus memecat PNS DKI. Basuki kembali menganalogikan konsep permainan sepakbola.

    Basuki menampik memecat karena alasan subjektif. Jika ada pegawai tidak bekerja baik, baru pegawai itu akan dipecat.

    "Sekarang lebih baik enggak Jakarta dibanding dulu? Menurut saya, lebih baik ketika kami mengganti (pegawai) dan kasih kesempatan pada orang lain. Jadi konteks sama waktunya mesti dihitung," kata Basuki. 

    Sebelumnya, Irman berpendapat bahwa penyelesaian isu sampah harus secara komprehensif. Apalagi masalah ini melibatkan tiga provinsi. Ia menegaskan bahwa penyelesaian sampah harus dengan solusi dan tanpa emosi.

    "Tidak bisa diselesaikan dengan marah-marah, harus ada solusi, tak bisa dengan emosi. Pecat-pecat itu enggak benar. Tidak solutif," kata Irman.

     


    Sumber: megapolitan.kompas.com
    URL SUMBER
      TAG:
    • khas
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.