• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 06 Juli 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Dana Pembangunan Jembatan Palmerah, Bantuan Pemerintah Jepang
    ALBERTUS | Sabtu, 14 November 2015 | 07:39 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Dana
    Kepala Dinas Pekerjaan Umum NTT, Andre W.Koreh

     

     

    Kupang, Flobamora.net - Kepala Dinas Pekerjaan Umum NTT, Andre W. Koreh mengatakan, dana pembangunan Jembatan Pancasila, Palmerah yang menghubungkan Pantai Palao, Larantuka dengan Tanah Merah Adonara, Kabupaten Flores Timur adalah dana hibah Jepang sebesar Rp 5,1 triliun yang disalurkan melalui Japan for International Cooperation Agency (JICA).

     

    Andre mengatakan itu saat rapat pembahasan anggaran tahun 2016 dengan Kmisi IV DPRD NTT, Jumat (13/11) kemarin.  

     

    Menurutnya, untuk pembangunan jembatan tersebut dana penyertaan dari APBN sebesar Rp 10 miliar. Dan juga dana pra studi dari APBD I NTT sebesar Rp 1,5 miliar. Dan hasil pra studi dipresentasikan di Kementerian PU sebelum diteruskan ke JICA.

     

    “Panjang Jembatan Palmerah dari bibir pantai 800 meter, namun ditambahkan dengan bangunan pendukung lain hingga mencapai 1.200 meter, dengan lebar 24 meter dan tinggi 40 meter,” jelasnya.

     

    Dia menuturkan, untuk diketahui Selat Gonzalu sebagai jalur kapal internasional. Ketinggian Jembatan 40 meter itu tidak akan berpengaruh pada lintasan kapal.

     

    Menurutnya, pehatian Pemerintah Pusat sedang ddiarahkan ke Indonesia bagian Timur termasuk NTT, sehingga kesempatan ini perlu dimanfaatkan untuk membangun.

     

    ”Jembatan Palmerah juga akan menjadi kebanggaan bagi daerah ini,” tegasnya.

     

    Hal ini mendapat apresiasi dan dukungan dari Komisi IV dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua, Angelino da Costa.

     

    Menurut Angelino, hasil pra studi tentang pembangunan Jembatan Palmerah sudah dipaparkan dan dihadirinya bersama Ketua Komisi IV Alex Ena.

     

    Demikian juga disampaikan, Alex Ena, David dan Jefri Unbanunaek dan Thomas Tiba, bahwa Pembangunan Jembatan Palmerah harus didukung guna mewujudkan pembangunan masyarakat Nusa Tenggara Timur.

     

    Menurut David, penjelasan pemerintah soal pembangunan Jembatan Palmerah sudah jelas dan tidak ada persoalan, karena sesungguhnya pembangunan proyek itu berasal dari dana bantuan Jepang.

     

    ”Kalau dana pendampingan Rp 10 miliar itu wajar sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Indonesia, khususnya NTT,” tambahnya.

     

    Pada kesempatan yang sama, Jefri Unbanunaek, menyatakan sebagai anggota DPRD NTT, sangat mendukung pembangunan apapun di wilayah NTT termasuk Jembatan Palmerah.

     

    ”Khusus Palmerah kami mendukung dan senang tetapi secara politis kami berharap pemerintah juga giat mencari dana untuk membangun infrastruktur pada semua daerah di NTT,” katanya.

     

    Sekretaris Komisi IV, Thomas Tiba menegaskan, bahwa pembangunan Jembatan Palmerah itu adalah pembangunan Propinsi NTT, bukan pembangunan Adonara atau Flores Timur karena bukan dari dana APBD II.

     

    ”Kita duduk di DPR bukan sebagai utusan Dapil tetapi sebagai wakil rakyat NTT. Apa yang kurang, pembangunan yang dilakukan Frans Lebu Raya dan Benny Litelnoni untuk NTT. Kita harus mensyukuri karena itu menjadi berkat bagi kita semua,” katanya.

     

    Sementara Ketua Komisi, IV, Alex Ena menegaskan, terkait rencana pembangunan Jembatan Palmerah tidak perlu dipolemikkan lagi.***

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.