• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 25 Oktober 2021

     
    Home   »  Nasional
     
    Saat G20, Presiden Jokowi Ingatkan Indonesia Negara Berpenduduk Muslim Modern
    ANA DEA | Senin, 16 November 2015 | 08:13 WIB            #NASIONAL

    Saat
    Presiden Joko Widodo saat melakukan pemeriksaan pasukan TNI dalam perayaan HUT ke-70 TNI di Cillegon, Banten, Senin (5/10/2015).

     

     
    ANTALYA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan G20 mengapresiasi kondisi Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim besar di dunia dengan kondisi yang relatif baik dan ada toleransi.
     

    "Mereka sadar pentingnya Indonesia dengan penduduk muslim yang besar dengan situasi dan kondisi yang baik, ada toleransi," kata Presiden Jokowi di Hotel IC Santai Antalya Turki, Minggu malam.

     

    Presiden menyebutkan dalam pertemuan G20, ia menyampaikan sebagai negara terbesar berpenduduk muslim, Indonesia mendorong adanya Islam yang modern, moderat dan toleran.

     

    Dalam kesempatan itu Presiden kembali menyampaikan Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar menyatakan duka mendalam terhadap rakyat Perancis dan mengutuk keras aksi kekerasan itu.

     

    Sementara mengenai pertemuan dengan Presiden Tiongkok Xi Jin Ping, Presiden mengatakan banyak yang dibahas antara lain tindak lanjut pertemuan sebelumnya.

     

    "Juga mengenai likuiditas 'support' dari Tiongkok, yaitu dengan adanya tambahan 20 miliar dolar AS," katanya.

     

    Menurut Presiden, kedua pihak juga mengupayakan peningkatan investasi yang akan memberi tambahan kapital masuk di Indonesia.

     

    "Sekarang ini strategi investasi negara harus jelas, strategi 'employment' juga, semua harus dirancang dengan baik," katanya.

     

    Menurut dia, investasi yang harus dikejar adalah pertama infrastruktur dan yang menyerap tenaga kerja karena 60 persen pengangguran lulusan SD, SMP, SMK.

     

    "Infrastruktur dikejar karena ada sasaran jangka pendek yaitu penyediaan lapangan kerja, menengah yaitu mobilitas barang jasa lebih cepat dan jangka panjang yaitu distribusi yang lebih baik," katanya.

     

    Menurut dia, strategi investasi bidang industri harus diarahkan agar Indonesia tidak sampai tergantung kepada impor. "Harus berbalik ,barang yang diekspor minimal setengah jadi," kata Presiden Jokowi.


     


    Sumber: nasional.kompas.com
    URL SUMBER




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.