• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 16 September 2019

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Luhut: Saya Janji dengan Istri, Tidak Akan Pernah Melacurkan Jabatan
    ANA DEA | Kamis, 19 November 2015 | 12:15 WIB            #NASIONAL

    Luhut:
    Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan dan rombongan tiba di Bandara Sultan Mahmud Badarudin II di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (27/10/2015).

     

    JAKARTA- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Panjaitan membantah dirinya terlibat dalam pencatutan nama Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden RI Jusuf Kalla terkait pembahasan kontrak karya PT Freeport.

     

    Ia mengaku tidak memiliki kepentingan dan renegosiasi itu mustahil dilakukan sebelum 2019.

     

    "Saya sudah janji dengan istri saya, bahwa selama saya jadi Menko (menteri koordinator) saya tidak akan pernah melacurkan jabatan saya," kata Luhut di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (19/11/2015).

     

    Luhut mengaku tak pernah berusaha mencari keuntungan pribadi dari jabatannya saat ini. Ia hanya ingin fokus membantu Presiden. 

     

    Luhut menilai, renegosiasi dengan Freeport tidak mungkin dilakukan sebelum 2019.

     

    Terlebih, ada empat syarat yang diajukan oleh Presiden jika Freeport ingin mendapatkan perpanjangan kontrak, yakni pembaruan pembagian royalti, pembangunan smelter, pembangunan Papua, dan divestasi.

     

    "Saya sudah selesai dengan diri saya. Saya tidak punya kepentingan. Saya tidak setuju negosiasi atau memberikan saham sebelum dua tahun jelang kontrak expired," katanya.

     

    Luhut menyatakan, tidak akan menempuh jalur hukum meski namanya disebut dalam rekaman pembicaraan orang-orang yang ditengarai mencatut nama Presiden kepada Freeport. 

     

    "Saya merasa tidak tercemar," kata mantan Dubes RI untuk Singapura itu.

     

    Sudirman Said sebelumnya melaporkan Setya Novanto ke MKD atas dugaan meminta saham dari PT Freeport Indonesia dengan mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden.

     

    Dalam laporannya ke MKD, Sudirman menyebut Novanto bersama seorang pengusaha menemui bos PT Freeport sebanyak tiga kali.

     

    Pada pertemuan ketiga, menurut Sudirman, Novanto meminta saham sebesar 11 persen untuk Presiden dan 9 persen untuk Wapres demi memuluskan renegosiasi perpanjangan kontrak PT Freeport. 

     

    Sudirman mengaku mendapat informasi itu dari pimpinan Freeport.

     

    Di dalam rekaman yang disampaikan ke MKD, tak hanya Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang disebut, tetapi juga tiga nama lain, yaitu "Luhut", "Ridwan", dan "Darmo".

     

    Meski mengakui beberapa kali bertemu petinggi Freeport, Novanto membantah tuduhan dirinya mencatut nama Presiden dan Wapres. Ia mengatakan, Presiden dan Wapres adalah simbol negara yang harus dihormati dan dilindungi.

     

    Belakangan, Novanto tak menyangkal ada pembicaraan mengenai bagian saham saat dia dan pengusaha minyak Riza Chalid menemui Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.

     

    Pada transkrip percakapan yang diterima Kompas.com dari internal DPR, Riza lah yang menyatakan berniat memberi sembilan persen untuk JK. 

     

    "Bukan maksudnya dia itu ke Jusuf Kalla, maksudnya ke Negara itu," kata Novanto saat ditemui di kediamannya, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (18/11/2015) malam.

     

    Novanto mengatakan, saham yang dibicarakan berbentuk divestasi. Divestasi tersebut akan disalurkan ke Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah.


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.