• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 27 Januari 2022

     
    Home   »  Nasional
     
    Siap Usut Pencatut Nama, Kapolri Tunggu Laporan Presiden Jokowi
    ANA DEA | Jumat, 20 November 2015 | 14:51 WIB            #NASIONAL

    Siap
    Presiden Joko Widodo

     

     
    JAKARTA - Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti memastikan, kepolisian akan mengusut dugaan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Setya Novanto dan pengusaha Riza Chalid (sebelumnya Reza Chalid-red), mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, saat bertemu Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.

    Pengusutan, lanjut Badrodin, akan dilakukan jika pihak yang dirugikan, dalam hal ini yakni Presiden dan Wakil Presiden, terlebih dahulu membuat laporan polisi atas perkara tersebut.

    "Jika dianggap penghinaan, kalau begitu harus ada laporan. Apa yang dilaporkan pasti akan kami usut," ujar Badrodin di Kompleks Mabes Polri, Jumat (20/11/2015).

    Jika tidak ada laporan polisi, lanjut Badrodin, kepolisian tidak dapat mengusut perkara itu.
     
    Sebab, pencatutan nama seseorang termasuk pencemaran nama baik dan hal itu adalah delik aduan di mana pengusutan perkara mesti didahului laporan polisi.

    Saat ini kepolisian lebih memilih untuk menunggu proses yang terjadi di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI.
     
    "Kan masih dalam proses di MKD. Khususnya soal rekaman itu. Apakah nanti itu ditolak dan tidak diakui atau bagaimana. Ini sangat tergantung dari materi (rekaman) yang sebenarnya," ujar Badrodin.

    Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, menyebut nama Setya Novanto sebagai pihak yang dilaporkan ke MKD.

    Di dalam laporannya, Sudirman menyebutkan pada pertemuan ketiga, Novanto dengan Riza Chalid meminta saham sebesar 11 persen untuk Presiden dan 9 persen untuk Wakil Presiden demi memuluskan renegosiasi perpanjangan kontrak PT Freeport.

    Sudirman memberikan rekaman beserta transkrip percakapan tersebut kepada MKD. MKD kemudian menyerahkan bukti rekaman kepada Polri untuk diteliti.

     


    Sumber: nasional.kompas.com
    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2022 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.