• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 16 September 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Gubernur NTT Gagal Mediasi Kemelut Universitas PGRI
    ALBERTUS | Senin, 23 November 2015 | 20:12 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Gubernur
    Gubernur NTT, Frans Lebu Rayaa

     

    Kupang, Flobamora.net - Langkah mediasi yang dilakukan Gubernur Frans Lebu Raya untuk mencari titik temu penyelesaian kemelut di Universitas PGRI Kupang boleh dikatakan gagal. Karena itu diserahkan ke Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Koperstis) untuk melakukan langkah mediasi.

     

    Untuk menyelesaikan kemelut di Universitas PGRI, Gubernur Frans Lebu Raya mengelar rapat mediasi di ruang kerjanya, Jumat (20/11). Rapat tertutup itu dihadiri unsur Forkompimda NTT, Kopertis Wilayah VIII, dan Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI NTT pimpinan Soleman Radja. Sedangkan YPLP PGRI NTT pimpinan Samuel Haning tidak hadir.

     

    Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda NTT, Barthol Badar setelah menghadiri rapat dimaksud mengatakan, dalam rapat yang dipimpin Gubernur Frans Lebu Raya, telah disepakati persoalan yang dihadapi Universitas PGRI dimediasi oleh Kopertis Wilayah VIII. “Bapak Gubernur meminta Kopertis Wilayah VIII untuk memediasi penyelesaian kemelut di PGRI NTT,” katanya.

     

    Koordinator Kopertis Wilayah VIII, I Nengah Astawa menyampaikan, Kopertis hanya bertugas melakukan mediasi terhadap permasalahan yang dihadapi PGRI Kupang. “Saya hanya dimohon Forkompimda NTT dalam rapat yang dipimpin Gubernur NTT untuk melakukan langkah mediasi terhadap dua pihak di Universitas PGRI,” ujarnya.

     

    Tentang kapan langkah mediasi itu dilakukan, Astawa tidak memastikan waktu yang pasti untuk tugas yang diminta Forkompimda NTT. Karena harus menyiapkan berbagai dokumen dan mengeluarkan undangan kepada kedua pihak yang dinilai bermasalah. Diharapkan, kedua pihak kooperatif sehingga permasalahan yang dihadapi PGRI bisa tuntas.

     

    YPLP PGRI Kupang versi Soleman Radja menjelaskan, satu aspek yang disepakati adalah YPLP PGRI NTT adalah lembaga yang sah menyelenggarakan pendidikan Universitas PGRI Kupang. Namun yang belum jelas adalah, kepengurusan mana yang sah dari dua kepengurusan YPLP PGRI NTT saat ini, yakni Soleman Radja dan Samuel Haning. Karena dua kubu yang ada sama- sama menggunakan nama YPLP PGRI NTT.

     

    Lebih lanjut Soleman mengatakan, Surat Menristek Dikti tertanggal 23 Oktober 2015 pada poin dua telah menguraikan, sesuai akta notaris nomor 24 Tahun 1995 yang telah disesuaikan dengan UU tentang yayasan yang baru nomor 28 tahun 2004, sudah jelas siapa pengurus YPLP PGRI NTT yang sah. Karena amanat UU tersebut, sudah tertera dalam akta notaris Virgilio de Jesus Concociao.

     

    “Akan ada pertemuan lagi antara tiga pihak untuk menyelesaikan kemelut PGRI. Diharapkan, pada pertemuan itu, sudah ada hasil yang dicapai,” ujar Soleman.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.