• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 20 September 2019

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Alasan MKD Terkait Setya Novanto Mengada-ada
    ANA DEA | Selasa, 24 November 2015 | 07:39 WIB            #NASIONAL

    Alasan
    Setya Novanto

     
    JAKARTA - Rapat pleno Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) yang membahas dugaan pelanggaran etika yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto ditunda dan akan dilanjutkan hari ini. Beberapa alasan yang mendasari penundaan tersebut mengemuka.

    Status Sudirman Said sebagai pelapor dipersoalkan. Seorang menteri dianggap tidak tercantum dalam pasal 5 Tata Beracara MKD soal siapa yang berhak melapor.

    Selain itu, rekaman yang dibawa oleh Sudirman Said dirasa kurang. Sudirman diminta untuk membawa bukti rekaman secara penuh, sepanjang 120 menit.

    Namun hal tersebut dinilai mengada-ada. Sebab, menurut peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM, Oce Madril, seluruh aspek telah terpenuhi.

    "Alasan dan penundaan rapat oleh MKD adalah mengada-ada. Rapat seharusnya bisa dimulai. Karena syaratnya sudah cukup. Sudah ada laporan, sudah ada bukti permulaan, saksi juga sudah ada, persoalan juga dikemukakan," ucap Oce Madril kepada detikcom, Senin (23/11/2015) malam.

    Oce menambahkan bahwa alasan dan penundaan yang dibuat MKD tidak mendasar. Soal status Sudirman Said, Oce menganggap bahwa hal itu bukan masalah. Menurutnya pelapor bisa dari setiap orang.

    "Sederhananya seperti ini, pelapor itu bisa dari internal atau eksternal DPR. Pejabat ataupun masyarakat tidak dibedakan di depan hukum," kata Oce yang juga akademisi FH UGM.

    MKD dibentuk untuk menjaga kehormatan DPR. Di dalam kerjanya, MKD tidak berorientasi pada hukum perdata maupun pidana. Melainkan kode etik yang harus dijunjung tinggi setiap anggota dewan.

    Oce Madril berpendapat bahwa kasus yang menjerat Setya Novanto harus diproses dengan serius. Oce menegaskan masalah etika Novanto harus diselesaikan.

    "Mereka masih baru sekali bekerja, baru setahun. Proses penyidikan MKD harus terus berjalan. Masalah etika ini harus diselesaikan," kata Oce.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.