• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 06 Juli 2020

     
    Home   »  Nasional
     
    Ahok: BPK Tidak Ingin Saya Jadi Gubernur
    ANA DEA | Selasa, 24 November 2015 | 10:53 WIB            #NASIONAL

    Ahok:
    Juru Bicara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Yudi Ramdan dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, seusai pemeriksaan pembelian sebagian lahan RS Sumber Waras, di Gedung BPK, Senin (23/11/2015).

     

     
    JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengambil kesimpulan atas pemeriksaan BPK terkait pembelian lahan RS Sumber Waras.

    "Jadi mereka ya, kalau saya lihat itu tendensiusnya memang pengin saya tidak jadi Gubernur. Kalau saya menuduhnya begitu," kata Basuki di Balai Kota, Selasa (24/11/2015).

    Meski begitu, dia mengaku memilih tetap kooperatif selama menjalani pemeriksaan. Sebab, jika tidak, dia bisa dipidana dan dipecat dari jabatan Gubernur. 

    "Kalau saya menolak diperiksa, BPK akan menafsirkan saya tidak kooperatif dan dia bisa pidanakan saya lho. Kalau dipidana, DPRD akan memecat saya dari Gubernur," kata Basuki lagi.

    Jika kemarin Basuki mengaku sistem penganggaran Pemprov DKI buruk dalam pembelian lahan RS Sumber Waras, kini Basuki kembali mengklaim pembelian lahan RS Sumber Waras sesuai prosedur.

    Dia menuding BPK mencari-cari kelemahannya.

    "Dia (auditor BPK) tahu Ahok (Basuki) kan orangnya emosional, kalau digituin pasti ngamuk-ngamuk, pasti di dalem (saat pemeriksaan) marah-marah, keluar kata-kata toilet, langsung dinilai tidak kooperatif. Dia enggak tahu, aku sudah belajar sekarang," kata Basuki. 

    Basuki mengaku, saat ini, dirinya tidak bisa dijebak. Karena telah belajar dari pengalaman sebelumnya.

    Saat hendak marah-marah, dirinya masuk ke toilet, sehingga tidak dilampiaskan ke orang lagi.

    Dia kemudian menantang BPK untuk mempublikasikan pemeriksaan kemarin ke publik.

    "Enggak usah (publikasi) jawaban saya deh, pertanyaannya apa saja. Saya kan bersedia dibuka nih, divideoin. Mereka ada dua kamera video, rekam di dalam, berani enggak buka? Enggak berani," kata Basuki.

     


    Sumber: megapolitan.kompas.com
    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.