• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 16 September 2019

     

     
    Home   »  Internasional
     
    YPTB Akan Ajukan Petisi kepada Senat Australia
    ALBERTO | Minggu, 16 Februari 2014 | 20:20 WIB            #INTERNASIONAL

    YPTB
    Ketua YPTB, Ferdi Tanoni

     
    Kupang, Flobamora.net - Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) akan menyampaikan petisi kepada Senat Australia sehubungan dengan berlarut-larutnya penyelesaian masalah pencemaran Laut Timor yang terjadi sejak 21 Agustus 2009 lalu.

    Ketua YPTB, Ferdi Tanoni kepada wartawan di Kupang, Minggu (16/2) mengatakan, petisi tersebut berasal dari masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang telah dirugikan akibat pencemaran menyusul meledaknya ladang minyak Montara.

    "Kami akan mengantar sendiri petisi tersebut ke Canberra setelah ditandatangani lebih kurang 50 ribu nelayan dan petani rumput laut di daerah ini, yang terkena dampak langsug dari pencemaran tersebut," kata Tanoni.

    Menurut dia, isi petisi yang akan disampaikan itu adalah meminta Senat Australia untuk memberikan tekanan poltik kepada perusahaan untuk mendanai penelitian berkelanjutan tekait dampak pencemaran Laut Timor.

    Dia menjelaskan, masyarakat NTT pantas mengajukan itu karena hasil penelitian yang dilakukan YPTB kerugian yang ditimbulkan akibat masalah tersebut sekitar US 1,7 juta dolar per tahun, karena berkurangnya hasil tangkapan nelayan dan menurunnya produksi rumput laut dari 500 ton menjadi tiga  ton per tahun.

    'Masalah yang paling penting adalah rusaknya ekologi lingkungan di Laut Timor yang sudah terkontaminasi dengan minyak mentah, membuat rakyat NTT harus menderita berkepanjangan," tuturnya.

    YPTB, katanya, terus menggedor Jakarta dan Canberra untuk mengambil langkah penanggulangan berupa penelitian ilmiah yang independen dengan melibatkan para ahli dari berbagai negara serta ilmuwan dari Amerika Serikat dan Australia untuk meneliti kadar kehancuran ekologi laut dan dampak ikuatn lainnya. sayangnya, semua masih menemui jalan buntu.

    Dia mengutarakan, desakan kepada perusahan pencemar PTT Exploration and Production Australasia  juga terus dilakukan YPTB. namun, perusahaan minyak milik pemerintah Thailand itu juga terkesal "ugal-ugalan" karena langkah serta uopaya yang dilakukan belum sepenuhnya mendapat dukungan pemerintah Indonesia.

    "YPTB sudah bertekad untuk mengantar sendiri petisi tesebut pada Bulan Maret 2014 dengan bantuan Senator Rachel Siewert dari Western Australia Senate, Parliement House of Canberra," tandasnya.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.