• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 16 Juli 2019

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Analis: Harga Minyak Mentah Bakal Melonjak di Atas 100 Dollar AS
    ANA DEA | Kamis, 26 November 2015 | 11:09 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Analis:
    Ilustrasi

     
    NEW YORK - Melihat pergerakan harga minyak beberapa waktu terakhir memang cukup dramatis. Dari yang tadinya harga minyak hampir mencapai 110 dollar AS, namun kini meluncur tajam hingga ke posisi 40 dollar AS.

    Namun, seorang analis mengatakan, harga komoditas ini tengah bersiap-siap untuk berbalik arah.

    Menurut Emad Mostaque, strategist dari perusahaan konsultan Ecstrat, harga minyak mentah saat ini diperdagangkan pada apa yang dikenal sebagai "setengah biaya siklus". Yaitu, biaya kasar untuk mengeluarkan minyak dari tanah.

    Dia menyatakan, harga minyak di level 42 dollar AS tidak memperhitungkan biaya penting lainnya seperti biaya penemuan sumber minyak atau biaya pembelian tanah di mana minyak ditemukan. Hal itu akan berdampak pada penurunan suplai minyak ke depannya.

    "Kasus harga minyak bisa mencapai tiga digit seperti ini. Permintaan minyak tetap, namun suplai mulai berkurang tahun depan, terutama di 2017, suplai menipis karena kurangnya investasi," paparnya.

    Belum lagi, pasar minyak juga dipengaruhi oleh risiko geopolitik. Saat ini menurut dia, belum ada kondisi geopolitik yang mempengaruhi secara signifikan harga minyak. Selain itu, penurunan harga minyak menciptakan ketidakstabilan pada sejumlah negara produsen minyak.

    "Jika hal itu terjadi, harga minyak dapat dengan mudah melonjak ke level 130 dollar AS. Sebab, kita tidak tahu di mana menemukan minyak dengan mudah dan karena kita sudah memangkas anggaran eksplorasi minyak," jelas Mostaque.

    Kendati begitu, hal ini tidak berarti setiap orang harus terburu-buru membeli minyak.

    "Jika melihat sentimen investor terhadap minyak saat ini, kita berada di fase yang memuakkan. Kita dapat masuk kembali saat terjadi tekanan final pada pasar minyak. Saat kita masuk di harga terendah, semakin besar kemungkinan mendapatkan keuntungan beberapa tahun ke depan," paparnya.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.