• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 01 November 2020

     
    Home   »  Nasional
     
    Insiden Gebrak Meja pada Rapat MKD DPR...
    ANA DEA | Senin, 30 November 2015 | 20:35 WIB            #NASIONAL

    Insiden
    Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR Surahman Hidayat (kiri) memimpin jalannya sidang internal di ruang sidang MKD, di Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Senin (23/11). MKD menggelar rapat internal untuk menentukan mekanisme rapat terhadap Ketua DPR Setya Novanto yang diduga menggunakan nama Presiden dan Wakil Presiden untuk meminta saham kepada PT Freeport Indonesia.

     

     
    JAKARTA - Ada insiden gebrak meja di rapat MKD yang membahas jadwal sidang kasus Ketua DPR Setya Novanto. Pimpinan Fraksi Golkar mengingatkan anggotanya untuk menahan diri dan menjaga nama baik partai.

    "Saya sebenarnya tidak percaya kalau yang menggebrak meja itu anggota Golkar. Tapi kalau itu benar, saya mengingatkan kepada anggota Golkar di MKD untuk menahan diri dan menjaga nama baik Golkar," kata Sekretaris Fraksi Golkar Bambang Soesatyo kepada wartawan, Senin (30/11/2015).

    Soal gebrak menggebrak meja di rapat MKD diungkap oleh anggota MKD Sarifuddin Sudding. Sudding mengungkap anggota baru MKD ada yang menggebrak meja dengan tujuan menganulir hasil rapat MKD untuk menyidangkan Novanto.

    "Kami ingatkan untuk tidak bertindak di luar batas-batas kepatutan. Menggebrak meja itu dapat dikategorikan pelanggaran etika. Rapat saja baik-baik, anggota Golkar itu kan bicara baik-baik. Makanya, kalau itu benar, kami minta anggota menahan diri, masih banyak cara yang elegan untuk menyatakan pendapat," ujar Bambang.

    Sarifuddin Sudding mengungkap ada anggota yang mempermasalahkan keputusan MKD menyidangkan kasus Novanto, bahkan ingin keputusan itu dianulir.

    "Ada pihak-pihak yang ingin menganulir itu, sampai ada gebrak-gebrakan meja," ujar Sudding.

    Keputusan MKD tanggal 24 November menerima legal standing Sudirman Said sebagai pelapor, dan memutuskan meningkatkan status kasus Novanto ke tahap persidangan dengan memanggil saksi-saksi.

    Wakil Ketua MKD Kahar Muzakir yang baru dilantik hari ini membantah sebagai si penggebrak meja. "Enggak. Mana itu? Isu," kata Kahar saat rapat pleno diskors di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (30/11/2015). Kahar lalu langsung meninggalkan wartawan masuk ke ruang sidang MKD.

     


    Sumber: news.detik.com
    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.