• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 22 September 2019

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Ahok Bicara Pemikiran Tiongkok, Zionisme, dan Bung Karno
    ANA DEA | Selasa, 01 Desember 2015 | 21:15 WIB            #NASIONAL

    Ahok
    Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama

     
    JAKARTA - Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bicara soal masa depan pemerintahan di Indonesia. Dia memberi paparan dengan menyitir pemikiran Tiongkok, gerakan Zionisme Yahudi, hingga Soekarno. Bagaimana maksudnya?

    Ahok berbicara dalam sambutan pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Realestat Indonesia (REI) DKI Jakarta 2015 di Hotel Ritz Carlton, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (1/12/2015).

    Dia ingin semua pihak optimis terhadap pemerintahan DKI selanjutnya, dan pemerintahan Indonesia pada umumnya.

    "Yang jadi masalah, kalau Bapak Ibu berpikir, 'Iya, sekarang masih kamu (Ahok) Gubernurnya. Kalau gubernurnya bukan kamu lagi, bagaimana (kelanjutan pemerintahan bersih)?' Kami usaha masih panjang," tutur Ahok.

    Ahok ingin agar semua orang menghindari pesimisme yang terbayang-bayang mengenai bakal buruknya pemerintahan selanjutnya. Bila pesimis, "Satu negara ini akan ambruk," ujar Ahok.

    Usaha nyata yang dilakukan untuk menghapus birokrasi sarat korupsi telah dilakukan sejak sekarang.

    "Enggak mungkin punya pejabat jujur, enggak mungkin punya gubernur kerja keras, enggak mungkin gubernur enggak terima duit. Sangat mungkin! Saya buktikan kepada anda!" ujar Ahok disambut tepuk tangan.

    Ahok lantas mengemukakan pemikiran filsuf Tiongkok dan pendiri Taoisme, Lao Tse. Syarat negara bisa maju, menurut Lao Tse, ada lima yakni pertahanan, rakyat, wilayah, makanan, dan keyakinan.

    Menurutnya Lao Tse, unsur pertahanan, rakyat, makanan, bahkan unsur wilayah bisa dibuang sebagai syarat negara maju. Bila keempat unsur tidak ada, setidaknya satu unsur penting harus ada, yakni keyakinan.

    "(Soal kepercayaan) Saya enggak mau berdebat soal teologia, tapi kita harus mengakui peradaban manusia (yang maju sekarang ini) itu dari orang Yahudi yang begitu cerdas. Semua agama samawi mengatakan orang Yahudi pilihan Tuhan," tutur Ahok.

    Kini Ahok menyambung pemikiran Lao Tse dengan gagasan Zionisme Yahudi. Ini sekadar contoh yang dikemukakannya.

    Zionisme merupakan gerakan kaum Yahudi mendirikan negara di 'tanah yang dijanjikan Tuhan', begitulah pemahaman sederhananya. Doktrin soal 'wilayah' yang bisa didirikan kembali ini membuktikan unsur 'keyakinan' bisa lebih penting dari unsur lainnya untuk mendirikan negara maju.

    "Negara Israel kenapa bisa balik lagi jadi sebuah negara setelah dibuang ke mana-mana, dibantai di mana-mana? Mereka adalah bangsa yang percaya janji Tuhan adalah negara. Katanya begitu," papar Ahok.

    Justru yang paling bahaya dari sebuah bangsa, bila bangsa tidak mempunyai keyakinan dan optimisme. Maka dari itu, rakyat Indonesia harus percaya negaranya akan mendapatkan pejabat, politisi, dan pemimpin yang baik. Indonesia juga bisa menjadi maju.

    "Tapi kalau berpikir selamanya bangsa ini akan seperti ini, anda siap-siap akan ada yang namanya negara Banten, Negara Sumut, Negara Gorontalo, karena semua akan hancur. Sayang, ini negara besar," ujar Ahok.

    Ahok lantas bertutur lebih membumi, kali ini soal kebijakan penganggaran negara. Dia menilai, negara perlu menerapkan e-Budgeting dan e-Planning untuk mengamankan anggaran dari penyimpangan, sebagaimana yang dilakukannya di DKI.

    Bila anggaran terjamin dari penyimpangan, Ahok meyakini Indonesia bisa menjadi negara maju.

    "Dan kita akan ngomong sombong seperti Bung Karno dulu, 'Go to hell with your aid!' Mampu kita!" ujar Ahok menyitir ujaran Soekarno.

     

    URL SUMBER
      TAG:
    • khas
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.