• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 04 April 2020

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Kasus Freeport di MKD `Mendunia`
    ANA DEA | Jumat, 04 Desember 2015 | 15:01 WIB            #NASIONAL

    Kasus
    Freeport, Indonesia

     
    JAKARTA - Kasus "Papa Minta Saham" yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha Reza Chalid dan PT Freeport Indonesia tak hanya menjadi sorotan media dalam negeri. Kasus yang membawa nama-nama petinggi negara itu juga menjadi sorotan media asing.

    Sejumlah media asing menjuduli berita terkait kasus ini dengan kata extortion atau pemerasan. Misalnya New York Times yang menjuduli beritanya dengan "Ethics Inquiry Testimony Links Indonesia's Parliament Speaker to Extortion". Dalam artikel edisi Kamis 3 Desember 2015 tertulis Setya Novanto meminta 20% saham kepada PT Freeport Indonesia dengan balasan akan membantu perpanjangan kontrak karya PT Freeport.

    Dijelaskan juga kasus ini masuk dalam Majelis Kehormatan Dewan dan sidangnya disiarkan oleh TV nasional. Media terkemuka AS itu juga mengatakan bahwa kasus itu oleh media lokal disebut sebagai skandal politik terbesar dalam sejarah Indonesia.

    Sementara media kantor berita AFP mengangkat kasus ini dengan judul tulisan "Indonesia Freeport chief speaks out about extortion scandal" yang diterbitkan, Jumat (4/12). Tulisan ini membahas kesaksian Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsuddin saat memberikan keterangan dalam sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) tadi malam. Berita tersebut kemudian dimuat dengan judul yang sama oleh media-media pelanggan AFP mulai Channel News Asia (Singapura) hingga Daily Mail (Inggris).

    Media Singapura The Straits Times mengutip kantor berita Reuters menulis artikel berjudul "Freeport Indonesia CEO says he taped meeting with house speaker" pada Kamis (3/12) kemarin. Tulisan ini juga membahas sidang MKD yang menghadirkan saksi Maroef Sjamsuddin tadi malam.

    The Malaysia Insider juga menulis  "Indonesian miner records extortion attempt from parliament speaker". Di dalamnya tertulis Setya Novanto diminta mundur setelah rekamannya meminta saham kepada PT Freeport Indonesia dilaporkan ke MKD. Apalagi dalam rekaman itu disebut nama Presiden Jokowi, Wapres JK dan tokoh negara lainnya.

     


    Sumber: news.detik.com
    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.