• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 20 September 2021

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Hujan Turunkan Pemakaian Listrik di Kota Kupang
    ALBERTUS | Minggu, 06 Desember 2015 | 09:03 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Hujan
    General Manager PLN Wilayah NTT, Ricard Safkaur

     

     

    Kupang, Flobamora.net -- Hujan yang mulai mengguyur Kota Kupang dan sekitarnya, pada Jumat (4/12) dan Sabtu (5/12) membawa efek positif.  Pemakaian listrik oleh masyarakat mengalami tren penurunan. Luas Wilayah yang padam pada waktu bersamaan semakin berkurang.

     

    Cuaca yang agak sejuk mempengaruhi Pemakaian listrik tertinggi (beban puncak,red) malam hari. Pemakaian sebelum turun hujan sebesar 52 MW. Setelah turun hujan dan suhu udara agak sejuk, beban pada Sabtu malam turun sebanyak 3 MW atau beban puncak hanya sebesar 49 MW,

     

    Tren penurunan pemakaian listrik mulai menurun sejak Jumat (4/12), sehingga defisit daya pada beban puncak dari sebelumnya 18 MW turun menjadi 14,5 MW. Ada penurunan sebesar 3,5 MW. Sedangkan defisit pada Sabtu malam berkurang lagi menjadi 13,5 MW. 

     

    "Dengan penurunan pemakaian listrik ini, maka wilayah yang padam pada waktu bersamaan berkurang dari biasanya 6-7 penyulang (jalur) menjadi hanya 4 penyulang. Namun durasi padam tetap selama empat jam," ujar Manajer PLN Sektor NTT, Dony Ocniza, semalam.

     

    Selain itu cuaca yang kondusif, sejak  Sabtu siang PLN mengoperasikan kembali tambahan satu unit mesin kapasitas 800 kW, sehingga daya mampu meningkat dari 34 Mw menjadi 34,8 MW.

     

    General Manager PLN Wilayah NTT, Richard Safkaur, menyambut baik perkembangan positif cuaca Kota Kupang.  Cuaca yang makin sejuk memberi efek positif dengan turunnya pemakaian listrik yang sangat signifikan oleh masyarakat. "Mungkin pemakaian AC dan kipas angin berkurang karena cuaca sudah agak sejuk," kata Safkaur.

     

    Namun, lanjut Safkaur, berhubung defisit daya masih cukup besar, masyarakat bisa membantu saling peduli dengan mengurangi pemakaian listrik agar  defisit makin kecil, sehingga pemadaman pun semakin berkurang. Caranya dengan mematikan peralatan listrik yang tidak dipakai. Penggunaan AC cukup pada suhu 25 derajat sehingga tidak banyak menyedot arus listrik.

     

    "Kami menyampaikan permohonan maaf atas pemadaman listrik akibat musibah yang menimpa PLTU. Pemadaman ini sungguh adalah musibah yang di luar kendali PLN. Kami prihatin dan ikut merasakan aktivitas masyarakat menjadi terganggu dan tidak nyaman. Sekali lagi kami memohon maaf," kata Safkaur.

     

    "Untuk pemulihan, sudah ada kepastian PLN Pusat mengirim bantuan tambahan mesin dengan total kapasitas 20 MW yang direlokasi dari Lokseumawe, Aceh. Mesin tambahan ini diharapkan secepatnya bisa tiba di Kupang, sehingga bisa mengatasi defisit daya di Sistem Kupang," tambah Safkaur.

     

    Sejak Rabu (2/12) petang Sistem Kupang mengalami defisit daya cukup besar akibat 2 unit PLTU berhenti beroperasi akibat jaringan transmisi 70 kV disambar petir saat hujan deras. Akibatnya Sistem Kupang kehilangan pasokan daya sebesar 20 MW. Daya mampu Sistem Kupang sisa 34 MW, sehingga pada siang hari defisit sekitar 10 MW dari beban puncak sebesar 44 MW. Sedangkan pada malam hari defisit sebesar 18 MW, dari total beban puncak sebesar 52 MW.***


     


    Sumber: Humas PLN Wilayah NTT




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.