• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 24 Januari 2022

     
    Home   »  Nasional
     
    Ruki: Soal Vonis Terserah Hakim
    ANA DEA | Kamis, 10 Desember 2015 | 08:11 WIB            #NASIONAL

    Ruki:
    Ketua sementara KPK, Taufiequrachman Ruki.

     

     
    JAKARTA - Ketua sementara Komisi Pemberantasan Korupsi Taufiequrachman Ruki mengatakan, KPK telah menyusun tuntutan dengan berbagai pertimbangan dalam kasus yang menjerat Otto Cornelis Kaligis. 

    Selebihnya, merupakan kewenangan hakim untuk memutuskan hukuman terhadap Kaligis.

    "Kalau tentang vonis, kami Pimpinan KPK selalu menyerahkannya saja kepada pengadilan," kata Ruki, melalui pesan singkat, Kamis (10/12/2015). 

    Hari ini, majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi akan membacakan vonis kepada Kaligis. 

    Pimpinan KPK, kata Ruki, tak punya pikiran macam-macam untuk menghukum koruptor seberat-beratnya. 

    Namun, ia berharap hukuman tersebut mampu menimbulkan efek jera. 

    "Itu sudah kami nyatakan dalam tuntutan. Soal vonis terserah para hakim di pengadilan," kata Ruki. 

    Kaligis dituntut 10 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum KPK.

    Ia dianggap terbukti menyuap majelis hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara di Medan, Sumatera Utara, sebesar 27.000 dollar AS dan 5.000 dollar Singapura. 

    Suap tersebut untuk memengaruhi putusan gugatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atas pengujian kewenangan Kejati Sumatera Utara terkait penyelidikan tentang terjadinya dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan sosial (bansos), bantuan daerah bawahan (BDB), bantuan operasional sekolah (BOS), tunggakan dana bagi hasil (DBH), dan penyertaan modal pada sejumlah BUMD pada Pemerintah Provinsi Sumut. 

    Uang tersebut didapat Kaligis dari iatri Gubernue nonaktif Sumatera Utara, Evy Susanti, yang ingin suaminya "aman" dari penyelidikan oleh Kejati Sumut tersebut. 

    Diketahui, Evy memberikan uang sebesar 30 ribu dollar AS kepada Kaligis untuk diserahkan kepada hakim dan panitera PTUN Medan.

    Atas perbuatannya, Kaligis dijerat Pasal 6 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 UU No 31 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

     


    Sumber: nasional.kompas.com
    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2022 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.