• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 01 April 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Kejati NTT belum Hentikan Kasus Dugaan Korupsi Bupati Rote Ndao
    ALBERTUS | Jumat, 11 Desember 2015 | 19:14 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Kejati
    Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Nusa Tenggara Timur (NTT) John Purba

     

    Kupang, Flobamora.net - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Nusa Tenggara Timur (NTT) John Purba menegaskan penyidikan kasus dugaan korupsi tanah hibah dengan tersangka Bupati Rote Ndao Leonard Haning belum dihentikan.


    Kasus tersebut masih sangat berpeluang untuk di proses kembali. Karena itu, hingga saat Kejati NTT belum mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus tersebut.


    Jhon menjelaskan putusan Pengadilan Negeri Ba'a yang menerima permohonan praperadilan status tersangka Bupati Rote Ndao, beberapa waktu lalu bukan merupakan sebuah putusan yang final karena semua kemungkinan bisa saja terjadi.


    ”Kasus dugaan korupsi Bupati Rote Ndao bisa di proses ulang karena putusan Pengadilan Negeri Ba'a bukan putusan final," kata John, Kamis (10/12).


    Menurut John, jika kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Rote Ndao Leonard Haning dan Ketua DPRD Rote Ndao Cornelis Feoh itu diproses ulang maka pihak kejaksaan harus membandingkan biaya perkara dengan nilai kerugian negara dugaan korupsi.


    "Misalkan mulai dari penyilidikan sampai dengan pelimpahan berkas kasus itu memakan biaya hingga ratusan juta rupiah, maka harus dilihat juga biaya perkara. Jika biaya perkara mencapai Rp 200 juta sementara dugaan korupsinya hanya Rp 20 juta bisa saja dihentikan," jelasnya.


    Dia menjelaskan, untuk membuka kembali kasus tersebut, maka Kajati NTT harus meminta pendapat dari Kejaksaan Negeri Ba'a dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Kasus Bupati Rote Ndao sudah di kembalikan dari Kejari Ba'a ke Kejati NTT. Karena itu, Kejati NTT harus meminta pendapat dari Kejaksaan Agung.


    Untuk diketahui Bupati Rote Ndao Leonard Haning mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Ba’a sejak 29 Oktober 2015. Praperadilan itu terkait penetapan tersangka dalam kasus hibah tanah pada 2011 di Dusun Ne’e Takai, Desa Sanggaoen, Kecamatan Lobalain.


    Termohon dalam praperadilan itu adalah Kejaksaan Agung (Kejagung), Kejaksaan Tinggi NTT dan Kejaksaan Negeri Baa. Setelah kasus itu disidangkan selama kurang lebih tujuh hari, Pengadilan Negeri Ba'a menerima permohonan pemohon yakni Leonard Haning.


    Pengadilan Negeri Ba'a putuskan penetapan tersangka terhadap Bupati Rote Ndao Leonard Haning oleh Kejaksaan Negeri Ba'a batal demi hukum. Hakim menilai penetapan tersangka tidak memenuhi dua alat bukti.


    Penetapan tersangka dalam kasus tersebut bermula dari surat Bupati Leonard Haning kepada Ketua DPRD Rote Ndao Cornelis Feoh pada 4 Januari 2011, yang isinya meminta persetujuan DPRD tentang hibah tanah tersebut kepada mantan anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao periode 2004-2009.


    Surat itu dijawab Cornelis Feoh pada 8 Januari 2011 yang menyetujui pengalihan aset tersebut. Akan tetapi Cornelis mengingatkan pengalihan aset bisa dilakukan apabila tidak melanggar aturan.


    Tanah tersebut kemudian dihibahkan kepada 29 mantan anggota DPRD dan 11 pejabat di Setda Kabupaten Rote Ndao, termasuk Bupati Leonard Haning dan Wakil Bupati Marthen Luther Saek.


    Tanah tersebut dibeli oleh Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Rote Ndao, Christian Bire dari seorang warga bernama Yermias Bailao asal Desa Sanggaoen, Kecamatan Lobalain dengan harga Rp 15 juta pada 29 Oktober 2010.


    Namun, informasi lain menyebutkan tanah tersebut dibeli pemerintah daerah dari tiga warga seharga Rp 180 juta, yakni Nicodemus Sina seluas 27.500 meter persegi seharga Rp 82,5 juta, Benyamin Sina seluas 27.500 meter persegi dengan harga Rp 83,5 juta, dan Yermias Bailao ternyata hanya seluas 5.000 meter persegi seharga Rp 15 juta. ***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.