• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 01 Oktober 2020

     
    Home   »  Internasional
     
    Aliansi Anti-terorisme Arab Saudi Bikin Banyak Negara Terkejut
    ANA DEA | Jumat, 18 Desember 2015 | 10:21 WIB            #INTERNASIONAL

    Aliansi
    Raja Arab Saudi, Salman. AP

     

     
    Kebingungan melanda pemerintah negara-negara mayoritas Muslim atas rencana Arab Saudi, yang diumumkan hari Selasa (15/12/2015), bahwa 34 negara Islam telah membentuk aliansi bersama guna memerangi terorisme.

    Sementara rencana tersebut mendapat sambutan positif dari negara-negara anggota koalisi baru yang diusulkan, muncul pertanyaan mengenai sejauh mana pelaksanaan kerja sama tersebut.

    Selain itu, belum jelas mengenai seberapa jauh negara-negara aliansi tersebut akan terlibat secara militer dalam memerangi terorisme.

    Keraguan juga muncul tentang motif Saudi dan adanya keterkaitan yang kuat antara Kerajaan Saudi dengan bentuk aliran Sunni Islam puritan (paham Wahabi) yang menurut para pengritik merupakan bahan bakar bagi gerakan militan seperti kelompok Negara Islam atau ISIS.

    Arab Saudi adalah anggota koalisi pimpinan AS --yang sebagian besar terdiri dari negara-negara Barat-- dalam pertempuran melawan ISIS, tapi partisipasi Saudi pun masih terbatas.

    Aliansi 34 negara muslim yang diumumkan Saudi hari Selasa ditujukan untuk memerangi terorisme di wilayah tersebut, menurut para pejabat Saudi, namun mereka tidak memberikan rincian lebih jauh tentang bagaimana aliansi itu akan bekerja.

    Proposal yang diumumkan Saudi tersebut membuat terkejut para pejabat AS dan Rusia, karena mereka mengetahui hal tersebut sebagian besar justru dari laporan media, bukan dari sumber resmi pemerintah Saudi.

    "Kami berharap akan mendapatkan beberapa informasi lebih rinci dari negara-negara utama yang menjadi sponsor rencana ini," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri AS John Kerry di Moskow awal pekan ini.

    Namun, beberapa negara anggota aliansi baru tersebut mengatakan bahwa mereka juga terkejut melihat nama negara mereka masuk ke daftar yang diumumkan Riyadh.

    Pakistan masih pikir-pikir

    Menteri Luar Negeri Pakistan Aizaz Chaudhry mengatakan kepada wartawan bahwa ia terkejut saat membaca berita bahwa Arab Saudi telah menyebut Pakistan sebagai bagian dari aliansi baru melawan terorisme.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Qazi Khalil Ullah, mengatakan negaranya belum memutuskan apakah akan bergabung dalam koalisi tersebut.

    "Kami belum membuat keputusan akhir apakah Pakistan akan jadi bagian dari aliansi tersebut, dan Pakistan akan mengumumkan keputusan (soal aliansi) secara resmi," katanya kepada VOA.

    Para pejabat Pakistan mengukuhkan bahwa Islamabad telah memutuskan kebijakan untuk tidak menggelar pasukan di luar negeri, kecuali untuk misi PBB.

     


    Sumber: Voa Indonesia
    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.