Warning: ob_start(): output handler 'ob_gzhandler' conflicts with 'zlib output compression' in /home/flobamor/public_html/media.php on line 2
Istana Yakin Darmo Tidak Terlibat Kasus Dugaan Permufakatan Jahat


  • LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 24 Januari 2019

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Istana Yakin Darmo Tidak Terlibat Kasus Dugaan Permufakatan Jahat
    ANA DEA | Sabtu, 19 Desember 2015 | 08:08 WIB            #NASIONAL

    Istana
    Deputi I Staf Kepresidenan Darmawan Prasodjo

     
    JAKARTA - Kepala Staf Presiden Teten Masduki mengungkapkan keyakinannya bahwa Deputi I Kepala Staf Presiden Darmawan Prasodjo (Darmo) tidak terlibat dalam kasus dugaan permufakatan jahat yang diselidiki Kejaksaan Agung. 

    Kasus itu diduga melibatkan mantan Ketua DPR Setya Novanto dan pengusaha migas Riza Chalid

    "Saya kira tidak ada dan yang bersangkutan (Darmo) juga tidak khawatir," kata Teten, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (18/12/2015) malam. 

    Teten mengungkapkan, Darmo telah memberi penjelasan kepadanya dan kepada Presiden Joko Widodo terkait duduk persoalan yang terjadi. 

    Menurut Teten, nama Darmo disebut-sebut dalam rekaman pembicaraan Setya NovantoRiza Chalid dan bos PT Freeport Indonesia karena posisinya sebagai pembantu Luhut Pandjaitan saat masih menjabat Kepala Staf Presiden. 

    Darmo sering melakukan kajian mengenai sumber daya energi dan pertambangan, termasuk tambang Freeport. Keahlian itu membuatnya masuk menjadi juru monitor dan evaluasi bidang energi Kantor Staf Presiden. 

    "Saya sudah dapat penjelasan, jika nanti tidak ada unsur pidana saya kira tidak perlu dilanjutkan (memeriksa Darmo)," ujar Teten. 

    Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) pada Kamis (17/12/2015) pagi, memeriksa Darmo. 

    Dia diperiksa sebagai saksi dalam penyelidikan perkara dugaan pemufakatan jahat yang dilakukan Setya Novanto saat menjabat Ketua DPR RI dan pengusaha Muhammad Riza Chalid

    Penyidik Jampidsus tengah mengusut perkara dugaan permufakatan jahat yang dilakukan oleh Novanto dan Riza Chalid

    Perkara itu masih berstatus penyelidikan. Belum ada tersangka dalam perkara itu. 

    Dugaan pemufakatan jahat itu terjadi saat Novanto dan Chalid menggelar pertemuan dengan Presiden Direktur PT Freeport Maroef Sjamsoeddin

    Dalam rekaman pertemuan itu, Chalid dan Novanto disebut meminta saham ke Freeport atas nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.