• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 01 Juni 2020

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Sopir Metromini Berencana Mogok Massal Besok, Warga Kebingungan
    ANA DEA | Minggu, 20 Desember 2015 | 22:01 WIB            #NASIONAL

    Sopir
    Angkutan umum jenis bus ukuran sedang, antara lain metromini dan kopaja, yang terkena razia gabungan kepolisian dan Dinas Perhubungan dikandangkan di pul Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (10/12). Selain kerusakan fisik dan ketidaklayakan bus untuk beroperasi, juga ditemukan pelanggaran seperti sopir yang tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM).

     

    JAKARTA — Sejumlah sopir metromoni membenarkan adanya rencana mogok kerja massal para sopir metromini se-DKI Jakarta.

     

    Aksi mogok kerja massal ini dilakukan lantaran adanya pengandangan metromini-metromini yang tak laik jalan.

     

    Beberapa sopir metromini di Jakarta Utara pun membenarkan rencana ini. Aksi mogok itu akan dilakukan pada Senin (21/12/2015).

     

    Mengetahui hal ini, beberapa warga yang menggunakan jasa angkutan umum berwarna oranye ini pun kebingungan.

     

    "Laaah.... Ngapa begitu, Bang? Ya jangan, dong. Saya kerja di Cilincing. Naik apaan ke sananya saya? Saya kan kalau kerja naik Metromini 23 jurusan Tanjung Priok-Cilincing. Masa naik Go-Jek? Mahal ah. Angkutan umum lain juga susah, Bang," tutur Sri (25).

     

    Sri, yang saat itu tengah duduk di bangku penumpang Metromini 23, yang sedang ngetem di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, kebingungan dengan rencana tersebut.

     

    Tak hanya Sri, Badri (30), warga Tanjung Priok, yang juga menggunakan metromini untuk menuju tempat kerjanya di kawasan Cilincing, turut bingung.

     

    "Saya kerja naik apaan, dong? Biasanya naik metromini. Kaga terbiasa banget saya bawa motor. Takut ama truk-truknya. Ya kalau bisa, jangan dong. Masalahnya apa sih?" ujar Badri.

     

    Ia pun berharap, para sopir metromini tak perlu melakukan mogok kerja. Sementara itu, pemerintah, menurutnya, harus berupaya untuk tidak mempersulit masyarakat yang menggunakan jasa angkutan tersebut.

     

    "Pemerintah katanya mau menghapus metromini tak laik? Ya enggak apa-apa sih. Cuman, bertahap dong. Penggantinya metromini itu apaan? Ada, enggak? Metromini tuh murah ongkosnya, cuman Rp 4.000, saya ke Cilincing doang. Kalau yang lain bisa belasan, bahkan puluhan ribu lebih. Pengeluaran lagi, dong," papar Badri.

     

    Tak hanya itu, ia pun meminta agar pemerintah lakukan kajian dengan tepat terhadap rencana penghapusan metromini.

     

    "Tolong pemerintah kalau memang metromini mau dihapuskan enggak apa-apa, asal ada penggantinya dulu. Jangan ngerepotin warganya. Kelimpungan saya, enggak ada metromini," kata Badri.

     


    Sumber: Warta Kota
    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.