• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 27 Januari 2022

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Di Lokasi Proyek Harus Ada Papan Informasi
    VICKY DA GOMEZ | Selasa, 22 Desember 2015 | 12:07 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Di
    Proyek drainase di Wairotang yang bersumber dari dana aspirasi atau dana pokir yang tidak ada papan informasi di lokasi proyek

     

     

    Maumere, Flobamora.net – Banyak sekali rekanan yang sengaja tidak memasang papan informasi proyek di lokasi proyek. Upaya ini disinyalir agar masyarakat tidak tahu informasi tentang proyek, juga diduga adanya indikasi korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Padahal di semua lokasi proyek harus ada informasi publik berupa papan yang memuat infiomasi tetang pelaksanaan sebuah proyek.

               

    Wakil Ketua DPRD Sikka Donatus David yang dihubungi di ruang kerjanya, Senin (21/12) mengecam rekanan yang sengaja tidak memasang papan informasi di lokasi proyek. Tindakan itu, katanya, melanggar hak-hak masyarakat yang mestinya mengikuti pembangunan di daerah ini.

               

    Hal senada juga disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Prasarana Jalan dan Jembatan (PPJJ) Dinas Pekerjaan Umum Pertambangan dan Energi Kabupaten Sikka Eva Tunggal, yang ditemui terpisah di ruang kerjanya. Dia pun menyayangkan rekanan yang menganggap tidak penting papan informasi di lokasi proyek.

               

    Seperti diberitakan sebelumnya, pada proyek drainase di Kelurahan Kecamatan Alok Timur tidak tampak papan informasi di sana. Akibatnya masyarakat tidak tahu-menahu tentang informasi proyek tersebut. Selain tidak ada papan informasi, proyek yang bersumber dari dana aspirasi atau dana pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Sikka berinisial PL itu, juga tidak diketahui oleh Lurah Wairotang.

               

    “Proyek apa saja dari pemerintah harusnya ada papan informasi sebagai informasi publik kepada masyarakat. Kami sudah ingatkan rekanan agar pasang papan informasi di lokasi proyek, tapi ternyata banyak yang tidak pasang,” tutur Eva Tunggal.

               

    Sebelumnya seorang staf Bidang PPJJ yang ditemui di lokasi proyek di Wairotang, Kamis pekan lalu, menjelaskan proyek tersebut tidak ada papan informasi karena mekanisme proyek adalah penunjukkan langsung (PL). Eva Tunggal meluruskan keterangan stafnya dengan meminta maaf karena penjelasan tersebut sangat keliru dan sesat.   

               

    Khusus proyek drainase yang di Wairotang, Eva Tunggal merasa kecewa sekali, karena lokasi proyek itu dekat dengan rumah tinggalnya. Malah setiap kali pulang pergi kantor dia harus melewati ruas jalan di mana proyek tersebut dikerjakan.  

               

    YR Luji selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) di Bidang PPJJ juga menyayangkan rekanan yang masa bodoh dengan tidak memasang papan informasi. Dia mengaku sudah berulang kali mengingatkan rekanan agar prioritas memasang papan informasi proyek.

               

    Menurut Luji, akan ada sanksi bagi rekanan yang tidak memasang papan informasi di lokasi proyek. Sanksinya, kata dia, berupa tidak membayarkan biaya pemasangan papan lokasi proyek yang termuat dalam rancangan anggaran biaya.

               

    Data yang direkam dari lapangan, proyek yang bersumber dari dana pokir anggota Dewan kebanyakan tidak ada papan informasi di lokasi proyek. Fungsi kontrol wakil rakyat pun semakin lemah karena proyek-proyek dana pokir melekat dengan kepentingan politik mereka.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2022 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.