Warning: ob_start(): output handler 'ob_gzhandler' conflicts with 'zlib output compression' in /home/flobamor/public_html/media.php on line 2
Tahun Keempat Mereka Beribadah Natal di Depan Istana


  • LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 26 Juni 2019

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Tahun Keempat Mereka Beribadah Natal di Depan Istana
    ANA DEA | Kamis, 24 Desember 2015 | 08:35 WIB            #NASIONAL

    Tahun
    Ketua Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, Kota Bogor, Bona Sigalingging (kanan), Ketua Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Kabupaten Bekasi Edwin Lubis, dan pengacara publik LBH Jakarta, Muhamad Isnur (kiri), menggelar konferensi pers di Jakarta, Rabu (23/12). Mereka berbicara tentang perayaan Natal yang akan dilaksanakan di depan Istana Merdeka pada 25 Desember karena dua gereja masih disegel pemerintah daerah masing-masing terkait masalah izin pembangunan gereja. KOMPAS/VIDELIS JEMALI

     

    JAKARTA — Sejak 2012, setiap tahun Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, Kota Bogor, dan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Philadelpia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyelenggarakan ibadah Natal di depan Istana Merdeka. Mereka berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjalankan putusan pengadilan atas masalah perizinan gereja.

     

    "Kami melakukan ini (ibadah di depan Istana Merdeka) untuk memperjuangkan bagaimana pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan setiap warga negara taat pada hukum dan kebinekaan," kata Ketua Jemaat GKI Yasmin, Kota Bogor, Bona Sigalingging, Rabu (23/12) di Jakarta. Ibadah Natal akan dilaksanakan pada Jumat (25/12) pukul 14.00.

     

    Dua gereja menghadapi persoalan yang sama, yaitu penyegelan karena diduga tidak memiliki izin mendirikan bangunan. GKI Yasmin disegel pemerintah setempat pada 2008. Namun, putusan kasasi Mahkamah Agung memerintahkan agar Pemerintah Kota Bogor mencabut penyegelan. Hingga saat ini putusan itu belum dieksekusi. Semua kegiatan peribadatan tidak bisa dilaksanakan di gereja.

     

    HKBP Philadelpia disegel pada 2010. Namun, Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung memutuskan pembangunan gereja sah dan karena itu pemerintah menghentikan penyegelan. Namun, perintah itu belum kunjung terlaksana.

     

    Bona berharap semua pemangku kepentingan segera mengambil sikap untuk menjalankan putusan hukum atas kedua gereja itu. Ia melihat masalahnya bukan lagi pada kelompok intoleran, melainkan ketidaktaatan pada hukum dan konstitusi yang ditunjukkan pemerintah daerah.

     

    Ketua Jemaat HKBP Philadelpia Edwin Lubis berharap tahun ini menjadi tahun terakhir mereka melaksanakan ibadah Natal di depan Istana Merdeka.

     

    Terkait ibadah tersebut, kedua gereja telah mengirimkan undangan kepada Presiden Joko Widodo, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Anggota jemaat kedua gereja yang hadir diperkirakan 300 orang.

     

    Pengacara publik Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Muhammad Isnur, menyatakan hanya pemerintah pusat yang punya kekuatan untuk mengintervensi pemerintah daerah.


     
    Editor       :   HARIAN KOMPAS
      TAG:
    • khas
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.