• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 31 Mei 2020

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Presiden Jokowi Lakukan Groundbreaking Waduk Rotiklot
    ALBERTUS | Senin, 28 Desember 2015 | 11:16 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Presiden
    Presiden Joko Widodo didampingi Menteri PUPR, Basuki Hadimuljoni, Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan Penjabat Bupati Belu, Willem Fony menekan tombol sirena tanda dimulainya pembangunan Waduk Rotiklot di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, kabupaten Belu, Senin (28/12). (Foto : Yopy Lati)

     

    Kupang, Flobamora.net - Presiden Joko Widodo, hari ini Senin (28/12) melakukan pelatakan batu pertama  atau groundbreaking pembangunan Waduk Rotiklot di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur (NTT).  

     

    Acara groundbreaking yang disaksikan ribuan warga Kabupaten Belu yang antusias menyambut kehadiran Presiden Jokowi dan rombongan ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh presiden didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan Penjabat Bupati Belu Willem Fony.

     

    Presiden Joikowi pada kesempatan itu mengatakan, pembangunan waduk tersebut adalah untuk penyedaan air baku dan air irigasi dalam rangka mendukung swasembada pangan nasional.

     

    Sementara itu, PPK Bendungan pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Davianto Frangky B. Welkis yang dihbungi dari Kupang mengatakan,  Presiden Jokowi yang tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 Wita menyempatkan diri untuk meninjau lokasi waduk.

     

    Dia menjelaskan, Waduk Rotiklot dengan daya tampung sekitar 2,9 juta kubik air di atas lahan seluas 86 hektare itu dibangun dengan sumber dana dari APBN sebesar Rp 450 miliar, dikerjakan oleh PT Nindya Karya KSO dengan PT United Surya Prima yang direncanakan selesai pada tahun 2018 mendatang.

    Menurut dia, waduk ini sudah dirancang, selain untuk pengendali banjir, juga untuk kebutuhan, pertanian, sawah, listrik dan objek pariwisata.

    Untuk diketahui, dari tujuh waduk yang diusulkan pemerintah Provinsi NTT, dua di antaranya sudah terealisasi, yakni Raknamo di Kabupaten Kupang dan Rotiklot di Kabupaten Belu.

    Sementara lima  sisanya yang belum terealisasi adalah Waduk Kolhua di Kota Kupang, Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Napunggete di Kabupaten Sikka, Lambo di Kabupaten Nagekeo dan Waduk Manikin di Kabupaten Kupang. ***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.