• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 30 November 2021

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Gubernur Lebu Raya Akui ada Kegagalan Program DeMAM
    ALBERTUS | Jumat, 01 Januari 2016 | 09:49 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Gubernur
    Gubernur NTT, Frans Lebu Rayaa

     

     

    Kupang, Flobamora.net - Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengakui, setelah lima tahun bergulir program Desa Mandiri Anggur Merah (DeMAM) ada kegagalan dan cerita sukses.

     

    “Saya sadari benar, apapun realitanya sebuah dinamika ekonomi dan revolusi mental wirausaha sedang terjadi di desa/kelurahan penerima program ini. Perubahan mindset ini  membutuhkan proses dan waktu. Karena itu realita ini harus tetap menyulut optimisme kita untuk maju,” kata Gubernur Lebu Raya saat menyampaikan pidato akhir tahun, Kamis (31/12).

     

    Menurut  dia, setelah lima tahun, kebijakan khusus pelaksanaan program DeMAM saat ini menjangkau 2.069 desa/kelurahan dari 3.268 desa/.kelurahan dengan tota dana Rp 517 miliar lebih. Sedangkan tahun 2016 direncanakan alokasi dana untuk 589 desa, dengan dana Rp 147 miliar lebih.

     

    Mengenai program ini, sambungnya, dia telah menugaskan tim untuk meliput dan memotret pelaksnaan program ini apa adanya. Dalam kunjungan mereka ke pokmas dan desa/kelurahan, diperoleh banyak informasi yang tidak terduga dari pelaksanaan program ini.

     

    “Di tahun 2011 sebagian tidak tepat sasaran karena masyarakat melihatnya sebagai dana hibah sehingga dibagi habis diantara mereka,” paparnya.

     

    Kemudian, ujarnya, tahun 2012, dinamikanya bergerak antara persepsi dana hibah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat daesa. Ada kesadaran baru soal pemanfaatan dana ini untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

     

    Lantas di tahun 2013 – 215, tambahnya, dibarengi dengan kebijakan pembentukan Koperasi DeMAM, pemanfaatan dana tersebut untuk pemberdyaan eknomi masyarakat sangat menggembirakan.

     

    Kepala Bappeda Provinsi NTT Wayan Darmawa yang dihbungi pada keempatan menjelaskan, dari perkembangan yang ada, berbagai indkator telah dicapai.Misalnya, meningkatnya aktivitas ekonomi terutama pada tujuh kegiatan ekonomi produktif antara lain usaha peternakan yang pencapaiannya sekitar 50 persen dari kelompok yang mengembangkannya, kemudian perikanan, perdagangan jasa, pengembangan kegiatan persewaan dan  perkebunan.

     

    “Dengan jumlah kelompok sekitar 16 ribu lebih, sesuai hasil audit BPK dan inspektorat, banyak menunjukkan kemajuan. Meski begitu ada yang  belum. yang berkembang.  Indikatornya adalah usaha mereka  belum berjalan baik karena salah pilih usaha. Sementara  yang berhasil dilihat dari perkembangan usaha berjalan baik, kelembagaan  ekonomi dalan bentuk koperasi telah terbentuk,” ujarnya.

     

    Di tengah terus menggeliatnya program jni, kata dia, tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana memperkuat sistemnya di tingkat desa/kelurahan. Karena  program ini adalah hibah desa dengan pendekatan baru yakni pendekatan provitabilitas atau pendekatan ekonomis tetapi berwatak sosial.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.