• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 24 Januari 2022

     
    Home   »  Gaya Hidup
     
    Orgasme Sekali Sehari Turunkan Risiko Kanker Prostat
    ANA DEA | Sabtu, 02 Januari 2016 | 11:40 WIB            #GAYA HIDUP

    Orgasme
    Ilustrasi

     

     

    Orgasme jangan hanya dianggap sebagai kenikmatan saat berhubungan seksual. Lebih dari itu, orgasme ternyata memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh.

     

    Manfaat orgasme bagi kesehatan sudah lama diteliti. Kali ini, peneliti menemukan bahwa orgasme sekali sehari bisa menurunkan risiko pria terkena kanker prostat.

     

    Kanker prostat adalah kanker paling umum  yang terjadi pada pria. Menurut penelitian, sekitar satu dari tujuh pria akan didiagnosis kanker prostat. Sekitar enam dari 10 kasus kanker prostat dialami oleh pria di atas usia 65 tahun.

     

    Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Harvard Medical School dan Brigham and Women Hospital ini juga menunjukkan bahwa pria yang ejakulasi setidaknya sekali sehari dapat mengurangi seperempat risiko terkena kanker prostat dibanding yang tidak.



    Sementara itu, pria yang ejakulasi lebih dari 21 kali dalam sebulan memiliki 22 persen lebih rendah terkena penyakit.

     

    Namun, penelitian ini tidak menjelaskan lebih lanjut bagaimana orgasme dan ejakuasi bisa membuat pria lebih kecil kemungkinannya terkena kanker prostat. Salah satu peneliti, Jennifer Rider mengatakan, data diambil melalui penelitian secara observasional.

     

    Orgasme atau saat  pria mencapai puncak kenikmatan saat berhubungan seksual juga bermanfaat untuk membuat tidur lebih nyenyak. Penelitian lain menunjukkan, orgasme bisa melindungi pria dari berbagai penyakit, termasuk jantung.

     

    Orgasme dapat memicu pelepasan hormon endorphin yang mampu meredakan rasa sakit. Setelah orgasme, tubuh juga akan mengeluarkan hormon prolaktin, yakni hormon yang membuat seseorang merasa rileks dan mengantuk.


     


    Sumber: The Mirror/health.kompas.com
    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2022 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.