• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 12 Desember 2018

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Pemerintah Indonesia Tidak Serius Tuntaskan Tragedi Montara
    ALBERTO | Rabu, 19 Februari 2014 | 13:01 WIB            #INTERNASIONAL

    Pemerintah
    Kilang Minyak Montara (Foto : Web)

     
    Kupang, Flobamora.net - Guru Besar Sejarah Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Mia Patty Noach mengatakan, Pemerintah Indonesia atau Jakarta tidak serius dalam upaya menuntaskan penyelesaian masalah pencemaran Laut Timor akibat meledaknya Kilang Minyak Montara di Blok Atlas Barat dan dampak negatifnya dirasakan ribuan nelayan sejak 2009.

    "Indikator ketidakseriusan Jakarta itu antara lain tenggat waktu kejadian ledakan hingga dampak pencemaran yang dirasakan warga setempat yang telah mencapai hampir lima tahun, namun tak ada sikap peduli dalam upaya menyelesaikan masalah tersebut," ujar Patty Noach di Kupang, Selasa (18/2).
        
    Menurut dia, pemerintah pusat berkewajiban memberi perhatian penuh dalam persoalan pencemaran Laut Timor, karena selain sudah merupakan masalah internasional serta komunitas warga yang berdiam di sekitar Laut Timor itu merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
        
    Dia menuturkan, perhatian dan keseriusan Jakarta ini penting karena dari aspek politis dan strategis pertahanan dan keamanan daerah-daerah yang mendapat dampak dari pencemaran itu letaknya tidak berjauhan dengan sejumlah negara tetangga seperti Australia dan Timor Leste, sehingga apabila sikap-sikap pembiaran, bisa saja mengganggu rasa nasionalisme warga di daerah perbatasan.
        
    Dia menegaskan, Timor Barat yang secara ekonomis dan strategi pertahanan dan keamanan dipandang sebagai garda depan NKRI bagi negara-negara tetangga, sehingga tindakan pembiaran dan ketidakseriusan Jakarta itu seharusnya tidak perlu terjadi.
        
    "Ini pembiaran dan ketidakseriusan Jakarta. Apabila dibiarkan berlarut-larut cepat atau lambat akan dimanfaatkan oleh pihak lain dan dapat menganggu disharmonisasi antarwarga yang selalu berinteraksi baik di laut maupun darat dan dampaknya besar dan luas," katanya.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.