• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 16 Januari 2021

     
    Home   »  Internasional
     
    Ketika Presiden Obama Menangis...
    ANA DEA | Rabu, 06 Januari 2016 | 11:23 WIB            #INTERNASIONAL

    Ketika
    Presiden AS Barack Obama menyeka air mata saat ia menyampaikan pernyataan di Gedung Putih, Washington DC, Selasa (5/1/2016), terkait upaya mengurangi kejahatan bersenjata. AFP PHOTO/JIM WATSON

     

     

    WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Barack Obama begitu emosional hingga meneteskan air mata saat mengingat anak-anak yang menjadi korban penembakan massal di negara tersebut.

     

    Hal itu terjadi ketika Obama memaparkan regulasi pengetatan kepemilikan senjata api yang mencakup pemeriksaan menyeluruh, seperti kondisi mental dan catatan kejahatan calon pembeli senjata.

     

    Obama tampil berpidato di Gedung Putih, Selasa (5/1/2016), setelah diperkenalkan oleh Mark Barden. Putra Barden merupakan salah satu korban tewas dalam penembakan brutal di sekolah dasar di Newtown, Connecticut, pada Desember 2012.

     

    Pidato Obama disampaikan dengan perasaan emosional. Nada suaranya meninggi ketika ia mengatakan bahwa hak konstitusional warga AS untuk memegang senjata harus diseimbangkan dengan hak untuk beribadah, menikmati kedamaian, dan hidup mereka.

     

    Obama sering mengatakan bahwa pembantaian itu merupakan waktu yang sulit.

     

    "Setiap kali saya berpikir tentang anak-anak tersebut, itu membuat saya marah," kata Obama. Sejenak ia menyeka air yang menetes dari kedua ujung matanya.

     

    "Itu mengubah saya, hari itu. Harapan saya dengan sungguh-sungguh bahwa itu akan mengubah negara. Kita berada di sini ... untuk mencegah terjadinya penembakan massal," kata Obama.

    Para korban penembakan yang selamat dan keluarga mereka berdiri di belakang Obama dan menyambut dengan tepuk tangan setiap kali Obama mempertegas pernyataannya.

     

    Untuk menekan angka kekerasan bersenjata itu, Obama berkomitmen memperketat aturan pemeriksaan tentang latar belakang pembeli senjata api. Ketetapan itu terdiri dari 10 langkah dan diumumkan pada Senin malam oleh Gedung Putih.

     

    Salah satu ketetapan itu mengatur agar kewajiban semua penjual senjata untuk memiliki izin dan melakukan pemeriksaan latar belakang calon pembeli, serta membatalkan berbagai pengecualian selama ini yang diberlakukan untuk beberapa penjualan online dan pameran senjata.

     

    Negara harus memberi informasi mengenai orang yang tidak diperbolehkan membeli senjata karena gangguan mental atau kekerasan dalam rumah tangga.

     

    Biro Investigasi Federal (FBI) akan meningkatkan jumlah petugas pemeriksaan latar belakang sebanyak 50 persen dan mempekerjakan lebih dari 230 penguji baru.

     

    Kekerasan dengan senjata api di Amerika menjadi yang tertinggi di antara negara-negara maju. Kejahatan ini menewaskan tak kurang dari 30.000 orang per tahun.

     

    Kongres selama ini enggan meloloskan aturan pengetatan kepemilikan senjata karena menghadapi tekanan yang sangat besar dari para pemilik dan dari asosiasi senjata Amerika (NRA).


     


    Sumber: Reuters/internasional.kompas.com
    URL SUMBER




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.