• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 25 Januari 2022

     
    Home   »  Regional
     
    Gunung Egon Siaga, 928 Warga Egon Gahar Dievakuasi
    VICKY DA GOMEZ | Rabu, 20 Januari 2016 | 20:55 WIB            #REGIONAL

    Gunung
    Gunung Egon di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur

     

     
    MAUMERE, FLOBAMORA.NET - Selama tiga hari terakhir ini, sebanyak 208 kepala keluarga atau 928 warga penduduk Desa Egon Gahar Kecamatan Mapitara yang sudah dievakuasi Pemerintah Kabupaten Sikka. Evakuasi dilakukan pada Minggu (17/1) dan Senin (18/1), menyusul status Gunung Api Egon yang naik dari sebelumnya waspada ke siaga.

    Desa Egon Gahar letaknya persis di bawah kaki Gunung Egon, dan radiusnya cukup dekat. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) teleh merekomendasikan agar memperluas radius yang harus dikosongkan, yang semula radius 1,5 kilometer menjadi 3 kilometer sehingga masyarakat yang tinggal di Desa Egon Gahar harus dievakuasi karena berpotensi terkena awan panas, abu vulkanik pekat, dan lontaran batu pijar jika terjadi erupsi.

    Desa Egon Gahar berpenduduk sebanyak 292 kepala keluarga atau 1.427 jiwa yang tersebar pada tiga dusun yakni Lere, Baokrenget, dan Weling Watu. Evakuasi dipusatkan pada dua posko yakni di Kantor Kecamatan Mapitara dan di Pasar Natakoli.

    Di Kantor Kecamatan Mapitara terdapat 90 kepala keluarga atau 432 jiwa, terdiri dari 47 kepala keluarga atau 220 jiwa warga Dusun Weling Watu, dan 43 kepala keluarga atau 212 jiwa warga Dusun Baokrenget.

    Sedangkan di Pasar Natakoli terdapat 118 kepala keluarga atau 496 jiwa, terdiri dari 104 kepala keluarga atau 435 jiwa warga Dusun Lere, 2 kepala keluarga atau 5 jiwa warga Dusun Weling Watu, dan 12 kepala keluarga atau 56 jiwa warga Dusun Baokrenget.

    Sementara itu terdapat 22 kepala keluarga atau 112 jiwa yang sebelumnya Sabtu (16/1) melakukan evakuasi secara mandiri. Mereka mengungsi ke rumah-rumah keluarga di Desa Natakoli. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka Bakri Kari mengatakan demi konsentrasi pelayanan pihaknya akan mengevakuasi 22 kepala keluarga ini ke posko-posko di Kantor Kecamatan Mapitara atau Pasar Natakoli.

    Bakri Kari menambahkan hingga Rabu (20/1), masih ada 4 kepala keluarga atau 8 jiwa yang masih bertahan di Dusun Baokrenget. Mereka belum mau dievakuasi dengan alasan ingin menjaga ternak dan kebun mereka.

    “Kami sudah bertemu salah satu orang tua, mereka siap dievakuasi tapi menunggu waktu saja. Alasannya karena masih mau menjaga ternak dan kebun. Buat kami, prinsipnya kami harus melaksanakan rekomendasi PVMBG, sehingga mereka ini pun harus dievakuasi,” jelas Bakri Kari.

    Di antara pengungsi itu terdapat 129 siswa dan 11 guru dari SDN Baokrenget, dan 174 siswa dan 11 guru dari SDK Lere. Sementara ini sekolah diliburkan. Rencananya mereka akan kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar pada Senin (25/1) mendatang, dan dititipkan pada SDK Natakoli dan SDN Galit.

    Dari pengungsi yang sudah menempati dua posko, belum ada data detail tentang berapa jumlah pengungsi yang rawan seperti balita, anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Bakri Kari berjanji akan mendata secara detail sehingga membantu konsentrasi pelayanan kepada mereka.

    Kini, BPBD Sikka tengah sibuk melakukan penanganan darurat bagi warga masyarakat di posko-posko. Penanganan darurat itu berupa pelayanan kebutuhan dasar seperti makanan, lauk-pauk, hunian sementara, dan tenda-tenda. BPBD Sikka membangun 2 tenda jadi di Kantor Kecamatan Mapitara, dan membangun tenda-tenda darurat dari terpal di Pasar Natakoli.

    Selain itu, BPBD Sikka juga sudah menyalurkan bantuan berupa 1 ton beras, sarimie, ikan kaleng, tikar, bantal, selimut, dan pelbagai kebutuhan lainnya. Bantuan-bantuan ini akan terus disalurkan secara bertahap selama masa tanggap darurat hingga Selasa (26/1) mendatang, yang diperpanjang sampai Minggu (31/1).

    Bakri Kari mengatakan penyaluran bantuan tetap terkontrol sehingga semua pengungsi benar-benar mendapatkan pelayanan yang baik dan standar selama masa tanggap darurat. Dia berharap jika ada bantuan dari pihak ketiga, semuanya perlu koordinasi dengan BPBD Sikka.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2022 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.