• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 09 Juli 2020

     
    Home   »  Nasional
     
    Tentang Celana yang Hilang dan Pembantu Jessica di Tempat Perlindungan
    ANA DEA | Sabtu, 23 Januari 2016 | 08:26 WIB            #NASIONAL

    Tentang
    Pra-rekonstruksi kematian Wayan Mirna Salihin (27) di Kafe O, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (11/1/2016).

     

     

    JAKARTA - Setelah ada informasi tentang celana yang hilang, polisi memindahkan pembantu Jessica Kumala Wongso (27), SR, ke tempat perlindungan yang dirahasiakan pada Kamis (21/1/2016) malam.

    SR disebut sebagai saksi kunci dalam kasus meninggalnya Mirna. Ia memberi informasi mengenai celana Jessica yang dia buang usai teman Jessica, Wayan Mirna Salihin (27), minum kopi bercampur sianida di Kafe Olivier, Grand Indonesia, 6 Januari 2016 lalu.

    Informasi adanya celana yang dibuang diterima polisi dari kuasa hukum Jessica, Yudi Wibowo. Menurut Yudi, SR membuang celana atas permintaan Jessica yang menganggap celana itu sudah rusak.

    Jessica bertutur, celananya robek dan tidak bisa dijahit lagi usai menolong Mirna ke Rumah Sakit Abdi Waluyo.

    Banyak rumor yang  beredar mengenai celana itu, termasuk dugaan adanya bekas sianida di sana sehingga dibuang oleh pemiliknya.

    Namun, polisi dengan tegas membantah hal itu. Celana Jessica dijadikan salah satu alat bukti yang perlu dicari karena adanya informasi yang masuk dan dinilai berhubungan dengan meninggalnya Mirna.

    Bahkan, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti menyebutkan tidak masalah jika celana itu tidak ditemukan.

    Padahal sebelumnya, polisi mencari-cari celana itu hingga ke tempat sampah dan ikut melibatkan tukang sampah dalam pencariannya.

    Sampai saat ini, celana tersebut belum ditemukan.

    "Saksi kunci kami tempatkan di tempat perlindungan, yang pembantu (Jessica) itu. Kami amankan karena keterangannya signifikan," kata Krishna di Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/1/2016).

     

    Polisi membantah kepindahan SR itu disebabkan adanya ancaman dari pihak tertentu.

    "Orangtuanya (SR) datang ke kami minta ditempatkan di rumah khusus dengan orangtuanya mengetahui, dengan harapan ketika dibutuhkan saat sidang, tidak sulit dicari. Rumahnya kan jauh," kata Krishna.

    Keterangan ahli

    Terlepas dari celana Jessica, polisi meyakini sudah mengantongi alat bukti penting untuk mengungkap kematian Mirna, yaitu keterangan dari empat ahli.

    Ahli yang dimaksud adalah ahli pidana, ahli psikologi forensik, ahli laboratorium forensik, dan satu ahli lagi yang dirahasiakan bidangnya.

    Setelah polisi mendapat keterangan dari empat ahli tersebut secara tertulis, kumpulan keterangan itu akan dibawa ke Kejaksaan Tinggi untuk ekspos atau koordinasi.

    Jaksa penuntut umum (JPU) nantinya memberi masukan, apakah keterangan dan bukti yang diajukan sudah cukup atau masih ada yang kurang.

    "Selasa depan kami ekspos ke Kejaksaan Tinggi," tutur Krishna. Setelah ekspos, baru bisa dilakukan gelar perkara yang nantinya ada penetapan status tersangka dalam kasus ini.


     


    Sumber: megapolitan.kompas.com
    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.