• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 25 Oktober 2020

     
    Home   »  Regional
     
    Pelajar Pengungsi Egon Gahar KBM Sore Hari
    VICKY DA GOMEZ | Selasa, 26 Januari 2016 | 20:20 WIB            #REGIONAL

    Pelajar
    Kepala Dinas PPO Sikka Simon Subsidi

     

     

    MAUMERE, FLOBAMORA.NET - Erupsi Gunung Egon di Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka yang diikuti dengan mengungsinya 928 warga Desa Egon Gahar Kecamatan Mapitara, berdampak pula pada perkembangan pendidikan ratusan pelajar dari dua sekolah yakni SDN Baokrenget dan SDK Lere. Mereka terpaksa melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) pada sore hari dengan menggunakan gedung bangunan sekolah lain.

    Sebanyak 119 pelajar dari SDN Baokrenget dengan enam rombongan belajar menggunakan gedung bangunan SDN Galit. Sedangkan 158 pelajar SDK Lere juga dengan enam rombongan belajar menggunakan gedung bangunan SDK Natakoli.

     

    Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sikka Simon Subsidi mengatakan KBM sore hari dengan menggunakan gedung bangunan sekolah lain terpaksa dilakukan sehingga para pelajar yang mengungsi tetap mendapatkan hak-hak pendidikan meski harus dilakukan di lokasi pengungsian. Ditemui di ruang kerjanya, Senin (25/1), dia mengaku sudah memantau langsung KBM dua sekolah dari pelajar yang mengungsi ke Desa Natakoli Kecamatan Mapitara.

    “Jadi sejak Rabu (20/1), para pelajar yang mengungsi tetap lakukan kegiatan belajar mengajar, tapi KBM-nya sore hari, dari jam 13.00 sampai jam 17.00. Belum tahu kondisi ini sampai kapan, yang penting mereka mendapatkan hak-hak pendidikan sehingga tidak ketinggalan pelajaran,” jelas Simon Subsidi.

    Sejauh pantauannya, jelas Simon Subsidi, meski dilakukan sore hari tapi KBM berlangsung normal. Kendalanya pada hari-hari awal saja, di mana tingkat kehadiran dan partisipasi masih rendah. Seperti di SDN Baokrenget, pada hari pertama Rabu (20/1) yang hadir sebanyak 58 siswa, dan di hari kedua Kamis (21/1) hadir 73 siswa. Demikian pun di SDK Lere, pada hari pertama hadir 77 siswa dan di hari kedua meningkat mejadi 117 siswa.

    Melihat grafik ini, Simon Subsidi yakin tingkat kehadiran para siswa akan semakin membaik, sehingga dia meyakini KBM di dua sekolah itu bisa berjalan normal. Dia sangat berharap dukungan dan dorongan dari orangtua siswa dan juga para guru, sehingga proses pendidikan buat para pelajar pengungsi ini berlangsung normal.

    Sementara ini, lanjut Simon Subsidi, Dinas PPO Kabupaten Sikka sedang memikirkan tindakan edukatif bagi siswa-siswi kelas 6 yang nantinya akan menghadapi Ujian Negara (UN) pada 16-18 Mei 2016 mendatang. Pihak dinas sedang mengupayakan memberikan tambahan pelajaran. Bagaimana konsepnya, dia berenanca akan mendiskusikan dengan staf yang membidangi urusan sekolah dasar.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.