• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 26 Oktober 2020

     
    Home   »  Regional
     
    Warga Nduaria Terlibat Bentrok
    ALEX | Jumat, 29 Januari 2016 | 17:29 WIB            #REGIONAL

    Warga
    Salah satu korban bentrok Nduaria, Ende

     

     

    ENDE, FLOBAMORA.NET - Nduaria memanas. Bentrokan terjadi antara dua kelompok warga di desa itu menyebabkan dua rumah ludes dibakar, tiga rumah lainnya rusak berat dan beberapa warga mengalami luka akibat kena panah dan parang. Selain itu beberapa sepeda motor juga dirusak.

    Wakil Bupati Ende H. Djafar H Achmad di konfirmasi, Kamis (28/1) membenarkan telah terjadi 'perang tanding' antara warga di Desa Nduaria, Kecamatan Kelimutu. Dia menuturkan kejadian itu berlangsung hari Rabu (27/1) ketika salah satu pihak mendirikan WC Umum namun tidak melibatkan salah satu mosalaki.

    "Saya mendapat laporan seperti itu, di mana persoalan karena tidak menghadirkan salah seorang mosalaki saat neka tana (menggali tanah pertama kali, red). Karena itu mendapat reaksi dari salah satu mosalaki dengan pendukungnya dengan cara menyegel bangunan rumah," jelasnya. Aksi itu mendapat respons dan kedua pihak saling segel yang pada ujungnya terjadi 'perang tanding'.

     

    Dia menuturkan, kejadian ini langsung direspon pihak kepolisian.Dipimpin Kapolres Ende AKBP Johanes Bangun terjun langsung mengamankan situasi dan sekaligus mengamankan sekitar 35 warga dari kedua pihak ke Mapolres Ende.

    Sementara itu informasi dari lapangan menyebutkan, kondisi keamanan mulai kondusif, namun polisi tetap berjaga untuk mengantisipasi kejadian susulan. Karena itu, kepada para anggota, Kapolres perintahkan tembak di tempat bagi warga yang melawan petugas.

    "Instruksi kapolres jelas, di mana dia minta anggotanya untuk tembak di tempat jika ada warga yang melawan petugas," kata salah seorang anggota polisi yang minta namanya tidak ditulis.

     

    Dia mengatakan, Kamis (28/1) Kapolres Johannes Bangun masih berada di lokasi kejadian dan memimpin langsung anggotanya, sementara itu dia meminta brimob untuk siaga jika sewaktu diminta bantuan.

    Sementara itu Ketua Komisi 1 DPRD Ende Yohanes Antonius Bata mengatakan, persoalan utama di Nduaria adalah pengakuan mosalaki di sana. Persoalan ini, kata Aries, sudah puluhan tahun dan hari Rabu (27/1) mencapai puncaknya dengan terjadinya 'perang tanding' antara dua kubu.

    "Kita sudah duduk bersama untuk cari solusi, baik dari pemerintah, DPRD, Polisi dan dua kubu yang bertikai. Kita sudah tiga kali bertemu namun hingga sekarang sama saja," kata Bata. Dia mempersalahkan pemerintah yang terkesan diam dan hanya retorika untuk menyelesaikan masalah adat namun hingga kejadian 'perang' kedua kubu ini terjadi.

    Dia mengatakan mestinya masalah ini selesai jika ketika pelaksanaan seremoni Taga Kamba yang mengumpulkan para mosalaki bisa mengundang mereka untuk duduk bersama.

     

    "Dulu Nduaria adalah surga, sekarang jadi neraka. Pemerintah tidak sadar berlarut-larutnya penyelesaian persoalan adat berarti pemerintah seakan memberi tombak dan panah kepada mereka, dan hal ini terjadi," tandasnya.

     

    Dia berharap Bupati dan Wakli Bupati Ende juga turut peduli terhadap persoalan kemasyarakatan ini. Jangan hanya menyerahkan persoalan kepada staf di bawahnya untuk menyelesaikannya. Pemerintah harus mengambil langkah konkret, jangan hanya sebatas retorika belaka. Dan ketika sudah terjadi seperti ini harus segera tanggap, jangan lagi rapat koordinasi ambil keputusan seperti apa ketika persitiwa "perang tanding' sudah terjadi.

    Seperti yang disaksikan, Kamis (28/1) dua orang korban dari salah satu kubu dihantar ke RSUD Ende dengan dikawal aparat kepolisian Resort Ende bersenjata lengkap dan berpakaian preman. Menurut salah satu anggota Kepolisian Resor Ende setelah mengantar korban berikutnya akan dihantar juga korban dari pihak lainnya.

    Wakil Bupati Ende H. Djafar H Achmad mengatakan pihaknya akan segera melakukan rapat Forkompinda menyikapi kasus ini.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.