• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 16 September 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Serikat Perusahaan Pers Data Media di NTT
    ALBERT VINCENT REHI | Minggu, 07 Februari 2016 | 19:24 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Serikat
    Ketua SPS NTT, Herry Battileo (Foto : Joey Rihi Ga)

     
    KUPANG, FLOBAMORA.NET - Serikat Perusahaan Pers (SPS) NTT melakukan pendataan terhadap perusahaan media yang selama ini beroperasi di NTT. Pendataan dilakukan setiap tahun untuk dimasukkan ke Dewan Pers.

    “Pendataan ini kita lakukan setiap tahun dan akan dirilis dalam buku dewan pers yang diterbitkan. Untuk itu saya menghimbau kepada semua rekan-rekan yang memiliki perusahaan pers untuk mendaftarkan perusahaannya,” kata Ketua SPS NTT, Herry Battileo, Sabtu, (6/2). Herry merincikan, saat ini ada 77 media yang sudah terdata oleh SPS Provinsi NTT. ” Harian ada 6, Tabloid 19, Media Online 32, Radio 10 dan Televisi 11,” jelasnya.

    Menurut dia, pentingnya pendataan perusahaan pers ini, untuk memastikan legalitas hukum sebuah perusahaan yang menerbitkan produk jurnalistik. Selain itu, untuk menjaga media tetap bekerja sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

    “Prinsip beribang dan akurat itu harus menjadi tagline setiap media. Kita tidak bisa pungkiri bahwa dengan menjamurnya media di NTT akan memberi dampak bagi perkembangan dunia informasi sehingga harus didata dan dijaga supaya tidak keluar dari Undang-Undang pers sebagai payung hukum dari perusahan pers tersebut,” ujarnya.

    Untuk legal hukumnya sebuah perusahaan pers kata Herry, yang disarankan oleh Dewan Pers harus dalam bentuk Perseroan Terbatas, Yayasan dan Koperasi. Bagi Media yang sudah beroperasi dan masih menggunakan CV maupun Lembaga untuk segera menyesuai dengan ketentuan perusahaan pers sebagaimana diamanatkan dewan pers.

    Dia mengakui, masih banyak perusahan pers, khususnya online yang belum terdaftar di dewan pers, sehingga perlu dilakukan pendataan. Jika tidak terdaftar perusahaan pers itu tidak akan diakui dewan pers, sehingga jika terjadi bila persoalan hukum, maka penyidik akan menggunakan KUHP untuk menjerat perusahaan pers tersebut.

    Dia menambahkan, sudah sebagian besar perusahaan pers di NTT telah mengambil formulir pendaftaran ke dewan pers. “Jika telah terdaftar, maka akan diakui sebagai perusahaan pers,” katanya.**

     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.