• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 20 September 2019

     

     
    Home   »  Gaya Hidup
     
    Terdeteksi di Air Liur, Zika Dikhawatirkan Menular lewat Ciuman
    ANA DEA | Senin, 08 Februari 2016 | 08:40 WIB            #GAYA HIDUP

    Terdeteksi
    Petugas laboratorium menganalisa darah ibu hamil di Guatemalan Social Security Institute (IGSS) di Guatemala City (2/2/16). WHO sudah mengumumkan status darurat global menghadapi serangan virus zika. Petugas laboratorium menganalisa darah ibu hamil di Guatemalan Social Security Institute (IGSS) di Guatemala City (2/2/16). WHO sudah mengumumkan status darurat global menghadapi serangan virus zika.

     
    Para ilmuwan telah mengidentifikasi adanya virus zika dalam air liur dan urine dua pasien yang terinfeksi zika. Virus itu ditemukan aktif sehingga berpotensi menyebabkan infeksi.

    Lembaga penelitian di Brasil khawatir, zika bisa menular lewat ciuman, dan menyarankan agar wanita hamil berhati-hati saat berciuman.

    Peneliti melakukan tes genetis untuk mengidentifikasi virus di air liur dan sampel urine terhadap dua pasien yang terinfeksi zika. Penemuan ini menambah kekhawatiran bahwa penyebaran virus zika bisa terjadi selain karena gigitan nyamuk.

    Sebelumnya, Amerika juga telah mengonfirmasi adanya penularan melalui hubungan seksual pada seorang warga di Texas. Virus zika ditemukan dalam air mani seorang pria.

    Di Brasil juga terkonfirmasi bahwa ada penularan zika melalui transfusi darah. Perlu penelitian lebih lanjut apakah zika bisa ditularkan melalui cairan.

    Sambil menunggu hasil penelitian, masyarakat, khususnya wanita hamil, diminta tetap waspada terhadap segala kemungkinan terjadinya penularan virus. Terlebih lagi, belum ada pengobatan untuk infeksi zika, demikian halnya dengan vaksin untuk virus ini.

    "Kita tidak bisa mengatakan bahwa tidak ada kemungkinan untuk penularan," ujar dokter Paulo Gadelha.

    Infeksi virus zika sering kali tidak menunjukkan gejala. Seperti penularan virus lainnya, infeksi zika akan menimbulkan gejala, seperti demam, ruam, nyeri pada sendi, serta yang khas adalah mata merah. Gejala biasanya akan muncul pada dua hingga tujuh hari.

    Virus ini menjadi perhatian khusus karena dikaitkan dengan meningkatnya kasus mikrosefali pada bayi yang baru lahir. Mikrosefali adalah gangguan perkembangan otak yang menyebabkan ukuran kepala bayi lebih kecil dari ukuran normal.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.