• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 24 Januari 2022

     
    Home   »  Nasional
     
    Kisah Jessica Jalani Rekonstruksi di Kafe Olivier
    ANA DEA | Senin, 08 Februari 2016 | 08:46 WIB            #NASIONAL

    Kisah
    Foto: Istimewa

     

     

    JAKARTA - Meski Jessica Kumala Wongso telah ditetapkan sebagai tersangka, namun kasus kematian Wayan Mirna Salihin masih meninggalkan teka-teki. Adanya ketidakcocokan keterangan membuat polisi harus putar otak.

    Salah satunya dengan cara menggelar reka ulang adegan pertemuan antara mereka yang terjadi pada 6 Januari lalu di Kafe Olivier Grand Indonesia. Pada Minggu (7/2), polisi melakukan rekonstruksi dengan dua versi yakni berdasarkan keterangan Jessica dan versi polisi karena penyidik menemukan inkonsistensi keterangan.

    Sambil mengenakan baju tahanan berwarna oranye, Jessica memperagakan satu demi satu adegan selama proses rekonstruksi berlangsung. Dalam proses reka ulang yang berlangsung secara tertutup itu diketahui Jessica datang ke kafe Olivier seorang diri, namun ia sempat keluar dari kafe setelah memesan tempat.

    Tidak berapa lama berselang, Jessica memperagakan datang kembali ke kafe dengan membawa tiga tas kertas (paper bag). Ketiganya berisi sabun.

    Jessica membeli sabun sebagai hadiah untuk Mirna, Boon Juwita alias Hani yang juga teman Mirna, dan untuk satu teman lainnya yang ternyata tidak jadi datang. Setelah menaruh barang di meja yang sudah dipesannya, ia lalu memesan minuman yakni es kopi Vietnam sesuai pesanan Mirna lewat telepon, cocktail untuknya dan fashioned sazerac untuk Hani.

    Ia pun langsung membayar minuman tersebut seperti membeli makanan di fast food dengan alasan dia bermaksud mentraktir. Saat itu Mirna yang datang paling terakhir langsung meminum es kopi Vietnam yang telah dipesankan Jessica.

    "Oh my God, its so bad…," kata Mirna usai menyeruput kopi, seperti ditirukan rekannya, Hani, pada Senin (11/1) lalu.

    Mirna menurut Hani sempat mengibas-ngibaskan tangannya di depan mulutnya. Saat itu, kemudian Mirna juga menyorongkan kopi ke Jessica di sebelah kanannya. Sama seperti Mirna, Jessica mengibas-ngibaskan tangan saat mencium kopi itu.

    Mirna sempat ditolong ke klinik di Grand Indonesia dan langsung dibawa ke RS Abdi Waluyo. Namun nyawa Mirna tidak terselamatkan.

    Proses rekonstruksi versi Jessica digelar sejak pukul 08.30 WIB hingga 14.10 WIB. Di sela-selanya, Jessica juga sempat memperagakan adegan membeli sabun untuk Mirna di gerai Bath & Body Works.

    Jessica membeli tiga sabun untuk cinderamata seharga Rp 270 ribu. Pengacara Yudi mengungkapkan dalam reka ulang adegan, Jessica membayar ketiga sabun itu dengan uang tunai.

    "Cuma tiga adegan saja (di dalam gerai Bath & Body Works). Memilih, beli bungkus dan bayar dengan cash Rp 270 ribu," terang Yudi saat berbincang dengan detikcom melalui pesan singkat, Minggu (7/2/2016) malam.

     

    Saat hendak dilakukan rekonstruksi kedua, yakni versi milik kepolisian, Jessica memilih menolak mengambil peran. Dalam rekonstruksi kedua ini, ada 65 adegan yang sudah tercatat dalam dokumen polisi. Sementara rekonstruksi versi Jessica hanya ada 56 adegan.

    Adapun alasan pihak Jessica menolak dikarenakan tidak berdasarkan fakta. Sebab pihaknya tidak pernah diperlihatkan CCTV. Menurutnya, dengan mengikuti rekonstruksi kedua, sama saja kliennya mengakui perbuatan yang dituduhkan.

    Lebih dari itu, menurut Yudi, Jessica tidak pernah menuangkan racun sianida ke kopi Mirna seperi apa yang direkonstruksikan penyidik di reka ulang versi kedua. Selain itu, Jessica juga menolak keterangan salah satu karyawan kafe.

    "Dalam adegan tersebut tidak ada Jessica menuangkan racun sianida. (Adegan yang disangkal) Cuma satu saja," kata Yudi.

    "Pegawai Olivier yang ketakutan mencoba menyudutkan Jessica. Padahal Jessica tidak tanya sama dia. Katanya, Jessica menanyakan 'Dicampur apa kopinya'. Padahal Jessica tidak tanya sama sekali karena bingung, sebab Wayan Mirna kan sekarat," urainya.

    Jessica ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat (29/1) malam terkait kasus kematian Mirna yang tewas karena racun sianida dalam es kopi yang diminumnya di pada Rabu 6 Januari.

    Dia kemudian diamankan oleh Subdit Jatanras Polda Metro Jaya di Hotel Neo kamar 822 pada pukul 07.45 WIB, Sabtu (30/1) dan langsung ditahan malam harinya.


     


    Sumber: news.detik.com
    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2022 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.